KAMPUS JADI AREA NOTEBOOK

Era paperless makin merasuk dalam berbagai bidang usaha. Apalagi konsep paperless telah mengangkat isu penghematan kertas bahkan sedapat mungkin tidak menggunakan kertas, sehingga dapat menekan biaya adminstrasi.
Gerakan paperless ini lahir, karena usaha untuk melindungi hutan sebagai paru-paru dunia. Kertas yang dibuat dari serat kayu harus dihemat penggunaannya, agar dunia tidak kehilangan paru-parunya, karena penebangan hutan besar-besaran.
Gerakan paperless ini digulirkan dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi komputer beserta jaringannya termasuk Internet. Dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi komputer tersebut, maka penggunaan kertas dapat dikurangi, karena pelaporan, pencatatan dan pengiriman copy data atau informasi dapat dilakukan secara elektronis, yaitu dengan pengiriman file.

Kampus digital
Saat ini, penerapan konsep paperless ini telah merambah lingkungan pendidikan juga. Sejumlah kampus sudah mulai menggiatkan penggunaan komputer, jaringan dan Internet, baik untuk sarana belajar, konsultasi, pengumpulan hasil penelitian. Bahkan kini sudah tercipta aplikasi-aplikasi yang menunjang proses belajar mengajar dalam berbagai jenjang dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan perguruan tinggi.
Aplikasi-aplikasi itu diciptakan oleh para ahli sebagai media belajar yang interaktif, menarik dan membangkitkan semangat belajar yang tinggi. Di samping itu, penggunaan kertas dapat ditekan bahkan ditiadakan.
Anak-anak dapat belajar mewarnai, berhitung, membaca, bercerita dan berkreasi dengan mengakses aplikasi-aplikasi berupa software Anak Cerdas dan lain sebagainya. Sementara itu, tersedia juga aplikasi-aplikasi seperti matematika, fisika, bahasa Inggris, biologi dan geografi yang dapat diakses dengan komputer oleh siswa-siswi SMP dan SMA. Bahkan konsep buku, ensiklopedia, kamus dan peta elektronis telah tercipta, sehingga hanya melalui sebuah personal digital assistant (PDA), seorang siswa dapat melakukan akses terhadap ratusan judul buku.
Berbagai upaya untuk mengoptimalkan penggunaan komputer tersebut akan bermuara pada penciptaan sistem e-Education, dimana proses belajar mengajar dapat dilakukan secara elektrik virtual melalui komputer dan jaringan Internet. Sistem e-Education juga membuka kemungkinan untuk dilakukannya pembelajaran jarak jauh.
Dengan demikian di masa depan akan tercipta kampus digital, dimana proses belajar mengajar, interaksi antara siswa dengan pendidik serta sarana pendidikan seperti laboratorium, perpustakaan, buku dan majalah diakses dan dilakukan secara elektronis.

Infrastruktur
Untuk menciptakan kampus digital, maka lingkungan kampus harus meningkatkan penggunaan teknologi komputer dan jaringan termasuk Internet. Tentu saja investasi teknologi akan semakin meningkat, seiring kebutuhan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara elektronis.
Kampus tidak hanya perlu menambah komputer di laboratorium dan melengkapi kantor dan meja-meja pendidik dengan komputer yang terhubung ke Internet saja. Namun juga perlu mendorong para siswa untuk memiliki dan menggunakan teknologi komputer tersebut seoptimal mungkin.
Untuk melayani akses Internet di lingkungan kampus, maka kerjasama dengan provider Internet harus segera diwujudkan. Apalagi jika akan membentuk hot spot dimana akses Internet di lingkungan kampus semakin mudah baik dengan jaringan kabel maupun Wireless (tanpa kabel).
Dengan demikian, pergerakan warga kampus yang dinamis tidak menjadi kendala, karena warga kampus dapat mengakses Internet dimana saja mereka berada dalam lingkungan kampus. Sekalipun warga kampus berada di taman atau auditorium, mereka tetap dapat melakukan akses Internet.

Demam Notebook
Sekalipun kampus sudah menyediakan layanan akses Internet dengan mudah, warga kampus juga harus memiliki terminal akses baru dapat memanfaatkan fasilitas Internet dengan optimal. Tanpa terminal akses, maka warga kampus juga tidak dapat melakukan akses terhadap layanan Internet tersebut.
Notebook dan PDA merupakan pilihan untuk terminal akses yang dapat mendukung mobilitas yang tinggi dari warga kampus. Meskipun terminal berupa komputer desktop tetap diperlukan di laboratorium atau ruang kantor.
Oleh karena mobilitas warga kampus yang tinggi, maka kini lingkungan kampus sedang dilanda demam Notebook yang menjadikan kampus sebagai area Notebook. Para pendidik mulai dengan mempersiapkan Notebook pada waktu akan menyajikan materi. Sementara peserta didik, mulai mempersiapkan Notebook untuk membuat catatan atau mengakses materi pengajaran yang telah di up load ke Internet.

Penutup
Lingkungan kampus digital merupakan impian masa depan. Namun, usaha untuk menekan biaya kertas, tampaknya harus dibayar mahal dengan investasi teknologi informasi, baik oleh institusi pendidikan, maupun oleh para warga kampus.
Para pendidik dan siswa dihadapkan pada tawaran kredit Notebook yang menggiurkan, yang tidak jarang situasi ini justru mendorong terciptanya biaya pendidikan yang tinggi di masa depan. Oleh karena itu, dibutuhkan peran serta dari para ahli teknologi informasi dan para pemerhati pendidikan untuk menemukan keseimbangan baru antara kebutuhan pendidikan dan orientasi teknologi.

JARINGAN SARAF TIRUAN TINGKATKAN KEMAMPUAN KOMPUTER

Komputer makin familiar bagi masyarakat, bahkan seakan-akan komputer sudah menyatu dengan bidang-bidang kerja sebagai alat bantu utama. Hampir semua kegiatan dalam perkantoran dikerjakan dengan bantuan komputer, seperti kegiatan admintrasi perkantoran, kontrol produksi, hingga distribusi informasi.
Meskipun demikian, para ahli tidak berhenti untuk mengembangkan inovasi agar lebih meningkatkan kontribusi komputer dalam kebiatan masyarakat tersebut. Hasilnya telah berkembang bidang ilmu kecerdasan buatan. Bidang ilmu ini diharapkan dapat memperbaiki, bahkan meningkatkan fungsi komputer.
Kecerdasan buatan merupakan bidang ilmu untuk mengembangkan komputer agar dapat melakukan fungsi-fungsi yang berhubungan dengan kecerdasan manusia, seperti belajar, penyesuaian dan peningkatan kemampuan sistem secara otomatis.

Ruang lingkup
Ruang lingkup Kecerdasan Buatan ini sangat luas, antara lain meliputi permainan, bahasa natural, pendeteksian suara, pendeteksian visual, robotika, sistem pakar, sistem pendukung keputusan, jaringan saraf tiruan dan lain sebagainya.
Permainan merupakan ruang lingkup yang populer, karena dengan berkembangnya ilmu Kecerdasan Buatan, maka telah lahir aplikasi-aplikasi permainan yang menarik. Di samping itu, melalui kemampuan komputer untuk belajar, maka komputer tampak semakin canggih untuk meladeni pemain lawannya. Permainan catur merupakan contoh produk aplikasi Kecerdasan Buatan, dimana kemampuan komputer sebagai pemain dapat meningkat dengan belajar dari permainan sebelumnya.
Aplikasi bahasa natural dikembangkan agar komputer seolah-olah dapat diajak bicara, karena dapat mengenali suara manusia. Beberapa aplikasi dikembangkan, agar komputer dapat menjalankan sejumlah instruksi yang diucapkan oleh penggunanya. Tentu saja aplikasi ini berkait dengan pendeteksian suara dan visual.
Sementara itu, Robotika merupakan bidang penelitian Kecerdasan Buatan yang sangat bermanfaat bagi kalangan industri, karena dapat menghasilkan aplikasi-aplikasi robot yang dapat menggantikan peran manusia untuk kegiatan yang berbahaya, seperti uji coba kecepatan mobil, uji coba penggunaan alat pengamanan kecelakaan dan lain sebagainya. Selain itu, melalui bidang Robotika ini telah lahir permainan-permainan yang menarik yang dapat bergerak dan memiliki alat sensor otomatis.
Sistem pakar dan sistem pendukung keputusan merupakan ruang lingkup yang menarik untuk mengembangkan komputer seolah-olah menjadi pakar yang mampu berdialog dan memberi alternatif solusi bagi penggunanya. Aplikasi-aplikasi ini juga berkembang seperti program bantu deteksi tanaman obat, penyakit, dan lain sebagainya.

Jaringan saraf tiruan
Sementara itu, dari ruang lingkup tersebut, jaringan saraf tiruan (JST) cukup menarik untuk dicermati. JST merupakan suatu bentuk pengejawantahan buatan dari otak manusia yang mampu mensimulasikan daya pembelajaran yang ada pada otak manusia pada umumnya.
Ide dan gagasan tentang jaringan saraf tiruan telah mulai bergulir sejak 1940-an yang ditandai dengan penemuan oleh para ahli tentang adanya persamaan psikologi antara otak manusia dengan model pengolahan yang dilakukan oleh komputer.
Ternyata gagasan tersebut terus bergulir hingga lahir sejumlah penemuan seperti algoritma Back Propagation, model probabilitas, metode pembelajaran jaringan saraf, jaringan saraf Reccurent dan jaringan Adaptive Bidirectional Associative Memory.

Karakteristik JST
Aplikasi JST yang dikembangkan memang diarahkan agar dapat melakukan sebagian fungsi mendasar seperti yang dilakukan oleh saraf otak manusia. Adapun karakteristik JST yang diharapkan dapat terbentuk antara lain mendeteksi kemampuan untuk belajar dari pengalaman.
Untuk dapat melakukan proses belajar, maka diperlukan algoritma-algoritma belajar tertentu. Aplikasi-aplikasi JST yang sudah terlatih akan sanggup menerima dan mengenali masukan-masukan yang mengalami sedikit modifikasi akibat dari distorsi ataupun ganggunan.
Aplikasi JST yang sudah berhasil dikembangkan saat ini, berupa aplikasi pengenalan pola huruf (Pattern Recognition). Aplikasi ini dapat dikembangkan lagi menjadi program bantu transformasi teks hasil scanning ke dalam suatu perangkat lunak pengolah kata seperti MS Word dan lain sebagainya.

Prospek JST
Aplikasi-aplikasi JST memang baru mulai digemari sebagai bahan penelitian khususnya dalam rangkaian skripsi S1 bidang Teknik Informatika, Ilmu Komputer dan Teknik Komputer. Namun tampaknya JST ini memiliki prosek yang cukup baik di masa mendatang.
Apalagi di Indonesia sudah ada motor tim riset untuk pengembangan JST yang disebut Intelligent System Research Group (ISRG) yang dimotori oleh jurusan Teknik Elektro ITB.
Jika melihat sejumlah aplikasi penting yang dapat dikembangkan dalam ruang lingkup JST, seperti aplikasi pengenalan wajah manusia dan aplikasi sidik jari khususnya untuk proses penyidikan di kepolisian atau kepentingan identifikasi kependudukan, maka tampak titik terang untuk prospek pengembangan aplikasi JST di masa depan.

Uang Digital Di Arena Bisnis Online

Toko Online
Eksplorasi Internet dalam dunia e-Business dan e-Commerce semakin jauh. Aplikasi-aplikasi toko online semakin marak dijumpai di Internet. Mulai toko buku seperti halnya Gramedia (www. gramedia.co.id), Mizan (www.mizan.com), Ekuator (www.ekuator.com) dan Grasindo (www.grasindo.co.id), hingga toko elektronik (www.harco.co.id) dan mobil (www.oto-market.com).
Sudah ratusan toko online dibangun dalam ruang Internet yang dapat diakses secara mudah lewat komputer di rumah dan warnet. Toko online ini dibangun sebagai strategi untuk menjangkau konsumen di luar pasar lokal. Selain lebih murah dari sisi modal karena tidak perlu membangun toko secara fisik, operasionalnya juga rendah, karena tidak perlu punya pegawai yang banyak.
Meskipun hingga kini toko online masih diragukan keberhasilannya, namun dipercaya dalam tempo dua hingga tiga tahun lagi, masyarakat akan mulai beralih ke situs ini. Apalagi bila biaya transport semakin mahal dan lalu lintas semakin padat.

Gelar Katalog
Tercatat sejumlah situs belanja di Internet menambah khasanah pilihan konsumen. Situs-situs seperti www.glodokshop.com, www.netponsel.com, www.gurame.com, www.radioklik.com dan lain sebagainya telah memberi warna bagi lahirnya ekonomi digital. Dengan sistem katalog, toko-toko tersebut menggelar dagangannya di layar monitor.
Tak hanya itu, layanan delivery order-pun, seperti CFC Delivery Order http://www.dnet.net.id/cfc dan layanan jasa pengiriman barang seperti www.dhl.com juga tersedia di sini.
Meskipun animo transaksi masih belum sepadan dengan pola transaksi langsung yang terjadi sehari-hari, namun sosialisasi transaksi dengan sistem memilih barang lewat katalog semakin dipopulerkan. Bahkan mulai bergeser menjadi gaya hidup modern yang ingin serba praktis.

Matauang Digital
Lahirnya sistem e-Business tersebut telah melahirkan matauang baru, yaitu uang digital. Matauang ini dapat digunakan oleh konsumen di negara manapun juga untuk bertransaksi dalam dunia maya. Mungkin matauang digital ini akan menjadi fenomena tersendiri dan diperkirakan dapat menjadi pemersatu dari sistem matauang dunia saat ini.
Matauang digital ini terdapat dalam beberapa bentu, yaitu anonymous, cek elektronik, kartu kredit elektronik dan electronic funds transfer. Tentu saja model-model tersebut juga akan melahirkan model dompet digital.
Matauang digital tidak lain adalah suatu sistem konversi dari matauang yang dipakai sehari-hari menjadi suatu bentuk angka dengan satuan tertentu. Matauang ini hanya digunakan untuk transaksi melalui sistem Internet.

Anonymous
Sistem matauang digital anonymous seperti halnya koin di arena permainan anak. Pelanggan yang akan bertransaksi harus menukarkan uangnya dengan uang digital ini terlebih dahulu ke bank-bank tertentu. Kemudian transaksi dilakukan berdasarkan satuan anonymous tersebut.
Sementara untuk transaksi jumlah besar, dapat juga digunakan cek elektronik. Meskipun agak rumit, karena harus menyertakan kata kunci pengaman pada saat pengiriman cek, namun cara ini dipercaya relatif lebih aman.

Perubahan Mendasar
Lahirnya sistem bisnis online, tentu saja membawa perubahan mendasar terhadap institusi keuangan. Model alat tukar tradisional menjadi matauang digital merupakan salah satu bentuk dari perubahan itu sendiri.
Diperkirakan kelak, baik penjual maupun pembeli hanya memegang kunci pin sebagai pengaman dan angka yang menunjukkan jumlah uang yang dimilikinya. Namun mereka akan jarang bahkan tidak pernah lagi memegang uang secara fisik.
Perubahan ini tentu saja membawa dampak tersendiri bagi para penggunanya. Namun inilah era ekonomi digital yang akan datang. Semua serba digital

PONSEL TAK SEKEDAR UNTUK KOMUNIKASI

Penjualan telepon selular (ponsel) sangat meledak. Hampir semua kalangan tidak terpisahkan lagi dengan alat komunikasi tersebut. Adanya perangkat yang didukung aktifasi nomor ponsel dengan murah dan cepat dibandingkan telepon tetap, telah membuat ponsel jadi primadona.
Para pelajar dan mahasiswa yang datang dari jauh tidak perlu khawatir, karena dapat segera melakukan komunikasi dengan kerabat dan keluarganya. Juga para eksekutif dapat melakukan komunikasi dimana saja dan kapan saja. Selain itu, kini bagi para pedagang di pasar juga dapat melayani permintaan melalui ponsel yang dimilikinya.
Selain adanya kebutuhan komunikasi yang tinggi, penjualan ponsel ini juga didongkrak oleh dukungan pemerintah dan swasta dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi, serta dukungan dari para vendor. Tersedianya aneka ragam ponsel di pasar telah memberi pilihan bagi para pengguna.
Para vendor terus bersaing untuk mengetengahkan produk-produk terbarunya dengan fitur-fitur yang canggih dan lengkap. Sebut saja Nokia dan Motorolla yang merupakan vendor besar dengan segala macam inovasinya. Ragam produknya telah membuat pasar terus bergeliat.

Ponsel Multimedia
Inovasi para ahli tidak pernah berhenti. Kini ponsel telah diarahkan tidak hanya sebagai alat komunikasi semata, tetapi juga sebagai alat komputasi dan rekreasi. Arah tersebut disambut positif oleh para Vendor. Tak urung kompetisi di lintasan baru dimulai.
Inovasi baru membuat fitur ponsel berkembang dinamis dan mengagumkan. Kini perangkat ponsel dirancang agar dapat menerima e-mail di perjalanan, membangun koneksi ke Internet, mendengarkan iPod di mobil, mendapatkan siaran radio satelit ketika berada dalam perjalanan, dan menonton acara televisi (TV) dari ponsel. Selain itu, fitur foto, video, bahkan video streaming dan musik juga telah disertakan.
Tentu saja sangat mengagumkan. Sebuah piranti kecil tetapi multifungsi. Belum lagi adanya upaya penggabungan piranti PDA dengan ponsel, tentu akan membuat perangkat tersebut mampu melakukan operasi komputasi.
Untuk mendukung penyediaan piranti-piranti tersebut, vendor-vendor lain seperti Sanyo, LG dan Sony Ericsson turut serta berkompetisi. Meskipun pangsa pasarnya lebih kecil dibandingkan dengan Nokia, namun inovasi mereka tidak kalah.

Masa Depan Ponsel
Tampaknya para pengguna ponsel tidak puas dengan fitur komunikasi suara dan teks semata. Memang akan lebih menarik dan hangat, jika komunikasi tesebut didukung oleh fitur-fitur yang lebih lengkap khususnya multimedia.
Memang untuk sementara waktu materinya masih seadanya, khususnya untuk TV seluler, karena infrastruktur yang tersedia masih terbatas. Namun hal ini dapat memberi gambaran tentang arah pengembangan fitur piranti ponsel di masa mendatang.
Dengan memperhatikan perkembangan yang sangat fantastis tersebut, tentunya menantang para ahli dan dunia pendidikan di Indonesia untuk mengeksplorasi lebih dalam dari fitur-fitur ponsel tersebut untuk kepentingan-kepentingan yang lebih luas, seperti pemasaran, promosi, sistem informasi berbasis ponsel hingga layanan edukasi.
Usaha-usaha tersebut tentu sangat menarik dan akan memberi kontribusi yang lebih, sehingga ponsel tidak sekedar untuk berkomunikasi, melainkan untuk keperluan-keperluan yang lebih luas. Baik untuk menghasilkan kreasi agar komunikasi menjadi lebih hangat, maupun untuk kepentingan usaha, publikasi dan edukasi.
Sudah ada beberapa lembaga yang melakukan riset guna mengeksplorasi manfaat yang tersedia pada piranti ponsel tersebut. Khususnya industri perbankan yang telah memanfaatkan ponsel sebagai terminal untuk mendapatkan informasi dan melakukan transaksi yang dikenal dengan istilah mobile banking (m-Banking).
Beberapa pertokoan telah memanfaatkan Blue Tooth untuk memberikan informasi tentang toko-toko yang perlu dikunjungi, acara diskon yang spesial digelar atau penawaran lainnya.
Beberapa perguruan tinggi telah memanfaatkan ponsel untuk memberi layanan informasi pendidikan, daftar nilai dan pengumuman penerimaan mahasiswa baru. Bahkan ada yang memanfaatkan fitur multimedia dari sejumlah ponsel untuk menyiarkan acara wisuda sarjana.

Penutup
Dengan mengembangkan riset dan usaha eksplorasi, serta dipublikasikannya hasil-hasil tersebut secara luas, maka nantinya para pengguna tidak sekedar mengkonsumsi piranti ponsel hanya untuk bergaya. Di sinilah peran para ahli dan peneliti perguruan tinggi. Para ahli dan peneliti tersebut diharapkan dapat mempeloporinya.

KURIKULUM KOMPUTER BERBASIS WIRAUSAHA

Krisis multidimensi di Indonesia tampaknya masih belum dapat diakhiri dalam waktu dekat. Pertumbuhan lapangan kerja di perusahaan-perusahaan dan industri juga masih melambat, sehingga banyak lulusan perguruan tinggi yang tidak dapat diserapnya.
Banyak sekali lulusan perguruan tinggi yang harus sabar untuk mengantri di depan pintu gerbang perusahaan sambil menenteng ijazahnya. Hanya mereka yang memiliki nilai tambah melalui pengalaman maupun peningkatan keterampilan tambahan secara pribadi yang dapat menerobos kompetisi yang sangat ketat tersebut.
Melihat situasi itu, tidak jarang lahir sikap apatis dari masyarakat yang menganggap kuliah tidak perlu, karena para lulusan tidak dapat langsung terserap dalam dunia kerja.

Kurikulum berbasis industri
Untuk menanggapi harapan masyarakat, pengelola pendidikan tinggi telah berupaya untuk mengembangkan kurikulum lokal berbasis industri sambil memelihara dan meningkatkan muatan kurikulum nasional wajib.
Khusus pendidikan tinggi dalam bidang komputer, penerapan kurikulum berbasis industri diwujudkan dengan melakukan kerjasama sertifikasi dengan para produsen perangkat lunak, seperti Microsoft, Oracle, Cisco, Novell dan Autodesk.
Beberapa bentuk sertifikasi yang ditawarkan, antara lain MCSA, MCSE, OCA, CCNA, CCNP, CCDP dan lain sebagainya. Sertifikasi tersebut dari mulai tingkat operator, adminstrator, pemrogram, hingga sistem analis.
Sertifikasi ini memang bertumpu pada produk-produk dari para produsen teknologi informasi yang banyak digunakan dalam perusahaan maupun industri, sehingga diharapkan dengan mengantongi sertifikasi tersebut, maka para lulusan dapat diserap langsung dalam dunia kerja.
Pengelola pendidikan tinggi juga telah menyerap materi-materi yang biasanya bersifat teknis pengoperasian perangkat yang diproduksi oleh para produsen teknologi informasi tersebut ke dalam matakuliah-matakuliah yang ditawarkan. Tujuan penyerapan itu tidak lain agar para lulusan kelak sudah memiliki bekal sesuai dengan standar industri yang diterapkan.

Kurikulum berbasis wirausaha
Penerapan kurikulum berbasis industri tersebut tidaklah cukup dijadikan andalan perguruan tinggi, karena daya serap tenaga kerja oleh industri juga masih sangat terbatas. Apalagi kondisi perekonomian yang masih tergolong lesu dan belum bergairah ini.
Oleh karena itu, supaya perguruan tinggi, khususnya program studi di bidang komputer tidak hanya menghasilkan sarjana-sarjana komputer yang siap antri di depan pintu gerbang perusahaan, maka sudah saatnya program studi di bidang komputer menyiapkan kurikulum berbasis wirausaha disamping kurikulum berbasis industri.
Dalam kurikulum berbasis wirausaha, para mahasiswa tidak saja diajarkan cara untuk mengoperasikan, memelihara dan memprogram perangkat komputer semata, tetapi juga ditanamkan cara-cara yang kreatif untuk menciptakan lapangan kerja baru dengan memanfaatkan teknologi komputer tersebut.
Jiwa wirausaha dalam diri mahasiswa dapat dibangkitkan dan dibentuk sejak awal. Melalui beberapa matakuliah, mahasiswa dapat diberi pengetahuan dan dibangkitkan motivasinya untuk menjadi wirausahawan dalam bidang teknologi. Selain itu, mahasiswa juga dapat diberi tugas-tugas ekstrakurikuler untuk mencoba merintis bisnis secara kreatif.
Sebenarnya banyak peluang yang masih dapat diolah. Namun, seringkali jiwa wirausaha dari para mahasiswa tidak tumbuh, karena tidak berani menghadapi dan menganggung resiko. Oleh karena itu, para staf pengajar dapat membimbing para mahasiswa untuk berani melangkah membangun usaha.
Di sinilah bekal pengetahuan, keterampilan dan semangat diperlukan. Di satu sisi, semangat wirausaha perlu dipompa, di sisi lain perguruan tinggi perlu membekali para mahasiswa dengan kemampuan dan keterampilan melakukan analisis dan manajemen usaha agar dapat memperkecil resiko.

Peluang teknopreneur
Banyak peluang dapat diciptakan oleh para ahli teknologi informasi yang berjiwa wirausaha. Peluang yang dapat diciptakan tidak sekedar menjadi penjual perangkat komputer semata, tetapi juga menciptakan perangkat lunak – perangkat lunak untuk menunjang kegiatan manajemen pemasaran, keuangan, produksi, sumber daya manusia, dan lain sebagainya.
Peluang untuk menciptakan film-film kartun digital dengan perangkat multimedia untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran masih sangat terbuka. Selain itu, peluang untuk pembuatan situs-situs Web, bahkan portal juga masih dapat dieksplorasi lebih lanjut.
Jiwa wirausaha yang dibangkitkan dalam diri para mahasiswa akan membantu mahasiswa untuk membangun etos kerja yang tinggi dan meningkatkan kemampuannya untuk melihat peluang-peluang bisnis.

Penutup
Penciptaan kurikulum program studi di bidang komputer berbasis industri dan wirausaha akan menjadi daya saing perguruan tinggi di tengah maraknya pembukaan program studi di bidang komputer ini. Dengan pengembangan kedua model kurikulum tersebut, maka diharapkan para lulusan perguruan tinggi memiliki daya untuk memasuki dunia kerja dan menciptakan bisnis baru.

PERBAIKAN KINERJA PEMROGRAM

Dewasa ini, para pimpinan makin menyadari pentingnya peran sistem informasi berbasis komputer untuk mengelola perusahaan, mengalirkan data dan informasi dari dan ke seluruh unit, serta membangun daya saing dalam menghadapi kompetisi yang kian ketat.
Kesadaran akan pentingnya peran sistem informasi tersebut ditunjukkan dengan adanya antusias dalam menyerap peralatan komputer dan jaringan, serta perencanaan pembangunan aplikasi sistem informasi. Untuk perusahaan yang belum banyak pengalaman dalam menyerap teknologi komputer, pada umumnya akan mulai dengan mendigitalkan departemennya secara bertahap. Sedangkan perusahaan yang sudah berpengalaman, tentu sudah memiliki rencana dan strategi yang matang untuk mengembangkan aplikasi sistem informasi korporatnya.
Namun tidak jarang tindakan untuk menerapkan teknologi komputer dan jaringan itu hanya eforia saja, tidak didasari dengan konsep yang kuat, perencanaan yang matang, dan sistem pengendalian yang baik. Pada umumnya perusahaan hanya terdorong oleh paradigma menciptakan keunggulan kompetitif, membangun citra perusahaan dan mengikuti trend semata. Sementara soal hitung-hitungan untuk mengukur nilai manfaat dari investasi, anggaran projek, penanganan projek-projek secara efektif dan audit secara transparan masih kurang mendapat perhatian. Oleh karena itu, tidak jarang usaha pengembangan aplikasi sistem informasi mengalami kesulitan, bahkan kemacetan. Sedangkan di sisi lain, finansial perusahaan menjadi terbebani oleh investasi peralatan komputer dan jaringan yang cenderung berlebihan.

Konsultan Teknologi
Bagi perusahaan yang belum berpengalaman untuk menangani pengadaan teknologi komputer dan membangun aplikasi sistem informasi dapat menggandeng konsultan teknologi untuk membantu dalam menyusun konsep, perencanaan dan anggaran serta audit teknologi.
Namun, perusahaan harus berhati-hati dalam menggandeng konsultan teknologi, karena semua rancangan yang dibangun akan mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Perusahaan membutuhkan konsultan yang berpengalaman dan dapat dipercaya untuk tidak membocorkan strategi-strategi perusahaan yang dituangkan dalam bentuk prosedur-prosedur aplikasi sistem informasinya.
Perusahaan juga dapat membagi dalam dua bagian besar, yaitu bagian pertama berupa penyusunan konsep, perencanaan dan anggaran, serta audit dapat dilakukan bersama konsultan; sedangkan bagian kedua, berupa teknis pembuatan program dapat dilakukan sendiri oleh para pemrogram dari devisi komputer perusahaan.
Dengan pembagian tersebut, maka perusahaan dapat mulai memberdayakan devisi komputernya untuk menangani pembuatan sistem tersebut, sehingga bila diperlukan untuk menambah atau memodifikasi strategi yang dituangkan dalam aplikasi sistem informasi, para pemrogram komputer perusahaan dapat melakukannya dengan cepat.
Pemberdayaan staf untuk menangani pembangunan aplikasi sistem informasi memang penting, namun tidak jarang cara kerja mereka masih harus mendapat perhatian dan kontrol secara khusus agar dapat berlangsung secara efektif, produktif dan efisien.

Ragam Metode
Carnegie-Mellon University telah mengembangkan sebuah metode yang digunakan untuk melihat tingkat kematangan perusahaan dalam pengembangan perangkat lunak yang disebut Capability Maturity Model (CMM). Tingkat kematangan perusahaan dalam pengembangan perangkat lunak akan menentukan kualitas dan kecepatan dalam membangun aplikasi sistem informasinya. Metode ini membagi tingkat kematangan menjadi lima, yaitu, tahap inisialisasi, pengulangan, pendefinisian, pengelolaan dan optimasi.
Metode CMM dapat menolong perusahaan untuk mengetahui tingkat kematangannya, sehingga dapat mengukur kinerja devisi komputernya dalam penanganan projeknya. Metode ini juga perlu dilakukan untuk mengetahui sejauhmana peran konsultan diperlukan untuk menunjang kinerja devisi komputer perusahaan.
Diharapkan perusahaan dapat mencapai tahap optimasi, yang berarti perusahaan telah memasuki tahap kematangan dimana kualitas manajemen mutu pengembangan perangkat lunak telah terintegrasi dengan seluruh rangkaian proses perusahaan. Pada tahap ini telah diterapkan kerangka peningkatan kerja yang berkesinambungan.
Sementara itu Watt S. Humphrey mengembangkan Personal Software Process (PSP) yang merupakan serangkaian proses lanjutan dari CMM. Bila CMM berfokus pada apa yang seharusnya dilakukan oleh devisi komputer yang menangani pengembangan perangkat lunak, maka PSP menitik beratkan pada cara atau bagaimana para pemrogram menyelesaikan projek tepat waktu dan sesuai dengan anggaran yang telah disusun. Metode PSP ini diarahkan untuk mengubah kebiasaan kerja para pemrogram agar tujuan projek tercapai.
PSP ini dapat diperkenalkan kepada para pemrogram melalui pelatihan. Para pemrogram diperkenalkan pada 3 fase PSP, yaitu: 1) perencanaan, dimana pemrogram diharapkan mampu menghasilkan rencana untuk mengerjakan projek aplikasi, 2) pembangunan sistem, yang meliputi desain program, evaluasi desain, pengkodean program, evaluasi kode, kompilasi dan perbaikan kesalahan, tes program dan perbaikan kesalahan, 3) Evaluasi kerja untuk mengkontrol apakah pengerjaan projek sudah sesuai dengan rencana semula dan menulis laporan.
Selain memperkenalkan 3 fase tersebut, pelatihan juga akan mengolah tujuh bidang kompetensi pemrogram yang meliputi: pengetahuan dasar, konsep dasar PSP, perkiraan dan pengukuran projek, pembuatan dan penelusuran rencana projek, perencanaan dan penelusuran kualitas aplikasi, desain aplikasi, serta ekstensi proses.
Melalui pendalaman terhadap 3 fase PSP dan pengolahan tujuh bidang kompetensi, maka para pemrogram dapat mengukur kinerja mereka sendiri dan mampu memperbaiki proses dalam pengembangan aplikasi.

Penutup
Kesadaran pimpinan untuk membangun perusahaan digital tidak cukup hanya diwujudkan dengan penyerapan peralatan komputer dan jaringan semata, melainkan juga perlu mempersiapkan sumber daya manusia, khususnya para pemrogramnya. Kinerja pemrogram memang mendesak untuk diperbaik dan ditingkatkan agar dapat membangun aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan perusahaan secara standar dan efisien.
CMM dan PSP merupakan dua buah dari beragam metode yang ditemukan dan dirumuskan oleh para ahli untuk membantu perbaikan produktivitas pemrogram dalam perusahaan. Tidak ada kata terlambat untuk memulai menerapkan kedua metode itu demi peningkatan kinerja pemrogram.
Di samping itu, sudah saatnya perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan di bidang komputer dan teknologi informasi menyerap dan memperkenalkan sejak dini kepada para peserta didiknya. Dengan demikian, ketika mereka lulus dan memasuki lingkungan perusahaan, para sarjana baru itu sudah memiliki kinerja dan produktivitas yang tinggi dalam membangun program.

MEMBELI KOMPUTER PRIBADI SAAT DOLAR TINGGI

Mahasiswa baru sudah memulai perkuliahan semester gasal ini. Pada awal perkuliahan para dosen telah memaparkan tentang deskripsi mata kuliah, termasuk rencana tugas-tugas yang harus dikerjakan, buku-buku dan pustaka lain yang perlu dimiliki dan materi-materi dari Internet yang perlu dicari.
Dari sejumlah mata kuliah yang diikuti dalam semester pertama ini, pada umumnya terdapat kegiatan praktikum komputer yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan untuk mengoperasikan software yang diperlukan dalam pembuatan dan penyelesaian tugas-tugas perkuliahan.
Untuk menunjang keberhasilan perkuliahan pada semester perdana ini, maka mahasiswa diharapkan tidak hanya siap mental, namun juga perlu mempersiapkan pustaka, bahan ajar dan peralatan pendukung. Salah satu diantaranya adalah piranti komputer.
Memang di kampus telah tersedia laboratorium komputer untuk menunjang kegiatan praktikum. Namun jika ingin lebih mematangkan keterampilan dalam mengoperasikan piranti komputer, ada baiknya kalau mahasiswa dapat memiliki komputer sendiri untuk menambah jam terbang dalam mengoperasikan piranti tersebut.

Dana terbatas
Dapat dipahami jika piranti komputer masih dianggap sebagai barang mewah, karena harganya relatif tinggi. Memiliki piranti ini merupakan impian bagi para mahasiswa tentunya, namun sering kali para mahasiswa mengalami benturan pada terbatasnya dana. Apalagi dalam sepekan terakhir ini, nilai mata uang rupiah merosot tajam terhadap dolar Amerika yang mengakibatkan nilai kurs sebuah piranti komputer juga meningkat.
Dana yang terbatas jangan membuat surut usaha untuk memiliki piranti komputer pribadi. Para mahasiswa dapat menyusun perencanaan dan membuat pertimbangan yang lebih cermat lagi.
Selain melakukan usaha-usaha penghimpunan dana melalui penghematan terhadap pengeluaran yang tidak perlu, para mahasiswa juga dapat mencari tambahan melalui kerja sambilan, seperti menjaga warung Internet, menjadi asisten dosen, atau kreativitas usaha lainnya.
Para mahasiswa juga dapat merumuskan rencana-rencana penggalian dana dengan memanfaatkan komputer yang akan dibeli. Rencana-rencana usaha yang dapat digali, misalnya menjual jasa pembuatan slide presentasi, pengetikan hingga penyusunan program aplikasi sistem informasi.

Pilihan realistis
Keinginan untuk memiliki komputer yang paling canggih dan lengkap tentu tidak ada habisnya, namun keterbatasan dana yang ada membuat para mahasiswa harus dapat menyusun pilihan yang realistis. Untuk menyusun pilihan yang realistis tentu saja dimulai dengan merumuskan tujuan dari pembelian piranti komputer tersebut. Perlu dipertimbangkan jenis-jenis kegiatan yang perlu ditopang oleh komputer tersebut.
Agar pilihan realistis dapat dirumuskan, maka segera kesampingkan kegiatan-kegiatan-kegiatan yang tidak penting dan tidak mendesak, antara lain pengoperasian software game, film atau musik yang pada umumnya menuntut sumber daya yang tinggi. Sumber daya itu meliputi ketersediaan memori utama (RAM), kecepatan prosesor dan kapasitas harddisk yang besar, serta piranti multimedia pendukung.
Fokuskan pada bidang kerja atau tugas yang membutuhkan dukungan komputer. Prinsipnya jangan melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memperberat kondisi finansial.

Merk dan kapasitas
Jika telah terumuskan secara objektif, misalnya piranti komputer yang dibeli akan digunakan untuk menyelesaikan pembuatan paper, laporan, penyusunan tabel-tabel dan grafik, serta mengoperasikan software-software pengolahan data statistik. Kini mahasiswa dapat menuju toko komputer atau datang ke pameran komputer untuk mengumpulkan informasi penawaran.
Manfaatkanlah kesempatan untuk berhemat bila terdapat ajang pameran komputer, karena pada umumnya ada penawaran-penawaran spesial yang disertai dengan bonus-bonus atau diskon menarik.
Selain itu, pilihlah merk alternatif, misalnya untuk jenis prosesor dapat menggunakan merk Celeron atau AMD ketimbang Intel yang harganya relatif lebih tinggi. Tentukan kapasitas memori utama secukupnya. Untuk tujuan yang dirumuskan di atas, kapasitas memori utama cukup 128 MB tidak perlu sampai 256 atau 512 MB bahkan lebih. Sedangkan kapasitas harddisk cukup berkisar 10 GB. Kapasitas harddisk sebesar itu sudah termasuk berlebih. Pilihlah kartu VGA dengan kapasitas yang secukupnya, karena untuk menjawab kebutuhan di atas, tidak perlu digunakan jenis kartu VGA yang setara untuk pemutaran film multimedia.
Tunda pembelian piranti-piranti multimedia seperti speaker, CD atau DVD drive sejauh tidak mendesak. Pilihlah jenis monitor yang standar dulu, sehingga pengeluaran dana dapat terkendali.

Komputer bekas
Jika perlu, komputer bekas dapat menjadi alternatif jawaban atas kebutuhan piranti komputer. Meski bekas, bukan berati piranti itu buruk. Dalam hal ini, carilah toko atau orang yang terpercaya, sehingga dapat membantu dalam pemilihan piranti bekas yang bagus kondisinya.
Harga komputer bekas tentu saja jauh lebih ringan dibandingkan dengan komputer baru. Bisa jadi dengan dana yang tersedia, para mahasiswa dapat memperoleh komputer dengan spesifikasi yang lebih tinggi dari pada komputer baru. Memang untuk memperoleh komputer bekas yang bagus, pembeli harus tahu benar riwayat pemakaian sebelumnya.

Penutup
Membeli komputer saat nilai mata uang dolar Amerika yang dijadikan dasar perhitungan bergejolak naik membutuhkan kecerdasan, kehati-hatian dan kemampuan untuk mempertimbangkan setiap alternatif yang ada. Keterbatasan dana diharapkan tidak dipandang sebagai hambatan yang sangat besar, tetapi dipandang sebagai tantangan untuk lebih realistis dan fokus dalam menentukan pilihan.
Di samping itu, para pengguna komputer yang akan menggelar pameran komputer dalam waktu dekat, perlu menyediakan layanan konsultasi untuk menyusun paket-paket komputer dengan spesifikasi standar yang realistis dan fokus. Dengan demikian, masyarakat, khususnya para mahasiswa pengunjung pameran dapat terbantu untuk menentukan pilihan dengan dana yang terbatas.

EFEKTIFITAS PROMOSI LEWAT WEB

Kompetisi antar perusahaan atau lembaga dewasa ini semakin ketat, sehingga perusahaan atau lembaga dituntut untuk dapat merumuskan strategi-strateginya secara cerdas. Termasuk di antaranya dalam pemilihan media promosi juga harus dilakukan secara cerdik. Dalam situasi ini, tidak sedikit perusahaan atau lembaga yang mengalami kepanikan dalam menghadapi persaingan yang sangat kompetitif ini.
Oleh karena tingkat kepanikan yang tinggi, sejumlah perusahaan atau lembaga tanpa pertimbangan yang matang melakukan promosi dengan menggunakan segala macam media. Perusahaan atau lembaga terimbas oleh pemikiran, “Siapa tahu lewat media ini ada konsumen yang dapat dijaring”, atau “Apa salahnya untuk mencoba”.
Namun keputusan untuk menggunakan beragam media itu tentu membutuhkan anggaran yang tidak kecil. Selain itu, bisa jadi promosi melalui sejumlah media akan menuai kesan kurang menguntungkan, misalnya promosi perguruan tinggi melalui pembagian brosur di perempatan jalan raya.

Perpaduan teknologi
Dari sejumlah media yang dapat digunakan oleh perusahaan atau lembaga, telah tercipta teknologi Internet yang merupakan perpaduan dari teknologi komputer, telekomunikasi dan multimedia.
Di dalam Internet telah tersedia beragam fasilitas, termasuk di dalamnya fasilitas halaman web yang dapat digunakan oleh perusahaan atau lembaga untuk menyajikan informasi, penawaran maupun sebagai media promosi. Lebih dari itu, halaman web dapat digunakan untuk membangun perusahaan atau lembaga lengkap dengan layanan transaksinya secara elektronik.
Media web ini perlu dipertimbangkan sebagai salah satu sarana promosi bagi perusahaan atau lembaga. Apalagi halaman web dapat dibilang sangat luas dan ditunjang dengan fasilitas multimedia yang memungkinkan informasi disajikan secara lebih hidup.
Teknik penyajian informasi di web dimungkinkan dalam beragam bentuk, yaitu tekstual, grafis, foto, animasi, video dan audio, sehingga perusahaan atau lembaga dapat secara dinamis dan fleksibel untuk merumuskan model dari materi promosinya. Di samping itu, halaman web ini dapat diakses oleh siapa saja dan kapan saja yang menghubungkan diri ke Internet.

Efektifitas
Halaman web memang menawarkan sejumlah kelebihan. Apalagi bila ditinjau dari jumlah orang yang berpotensi untuk mengaksesnya. Namun, sebelum menjatuhkan pilihan akan lebih baik bila perusahaan atau lembaga memperhitungkan kembali segala sesuatunya.
Pada umumnya, halaman web hanya diakses oleh orang-orang yang sudah lebih dulu mengenal perusahaan atau lembaga tersebut dan membutuhkan informasi lebih banyak lagi. Meskipun dimungkinkan siapa saja dapat mengakses halaman web perusahaan atau lembaga, tetapi pada umumnya masih tergolong rendah jumlah orang yang tiba-tiba mengakses situs web perusahaan atau lembaga bila tidak kenal atau tidak berkepentingan. Hal itu berbeda dengan orang yang berjalan-jalan di sebuah plaza atau mall yang dapat secara tiba-tiba mampir atau masuk ke dalam sebuah toko yang belum pernah dikunjunginya.
Pada umumnya banyak konsumen yang bersikap pasif dalam mencari informasi. Artinya tidak segaja mencari dalam situasi tidak membutuhkan. Bahkan ketika membutuhkan informasipun, para konsumen cenderung bertanya kebagian informasi atau orang yang dianggap mengetahuinya. Hal ini tercermin ketika seorang membutuhkan nomor telepon perusahaan atau lembaga, maka ia tidak segera membuka buku telepon dan secara aktif mencari, melainkan segera menghubungi 108 layanan penerangan PT Telkom.
Cermin itu menunjukkan bahwa konsumen masih pasif dalam mencari informasi. Padahal untuk memasuki belantara informasi seperti Internet dibutuhkan orang-orang aktif untuk mencari, menyeleksi dan mengolah informasi yang tersedia.

Penutup
Dari segi fasilitas dan teknik penyajiannya, maka halaman web dinilai sebagai sebuah media promosi yang baik, tetapi jika ditilik dari jumlah orang yang secara sengaja mengaksesnya, maka web masih harus ditunjang dengan kegiatan promosi konvensional dulu. Halaman web dapat menjadi efektif, jika jaringan kerjasama perusahaan dan lembaga dengan setiap pihak yang berhubungan dengannya sangat luas dan erat. Tanpa didukung dengan jaringan luas dan erat, maka halaman web tidak dapat berfungsi sebagai sarana promosi yang efektif.

KIAT EFEKTIF SURAT MENYURAT DENGAN E-MAIL

Mengirim e-Mail
Salah satu kegiatan rutin dan penting dari sekretaris adalah menyiapkan dan mengirim surat-surat, baik berupa jawaban atas surat yang diterima maupun surat-surat yang ditujukan kepada mitra kerja perusahaan dan konsumen serta pelanggan.
Kini dengan tersedianya aplikasi e-mail, maka pola pengiriman surat pun berubah. Surat-surat tradisional diketik, diberi amplop dan perangko, dikirim melalui pos atau jasa kurir. Sedangkan dengan e-mail, sekretaris dapat mengetik dan langsung mengirimkannya ke pihak yang dituju melalui Internet.
Kemudahan yang diberikan aplikasi e-mail dalam pembuatan dan pengiriman surat ini harus dapat dimanfaatkan secara optimal oleh sekretaris untuk menyelesaikan tugas dan kewajibannya dalam surat menyurat. Beberapa kiat berikut akan meningkatkan efektifitas penggunaan e-mail:
1. Susunlah materi surat yang singkat dan tepat untuk mengungkapkan maksud dan tujuannya, karena e-mail merupakan fasilitas untuk surat menyurat secara singkat. Yang lebih ditekankan dalam surat menyurat berbasis e-mail adalah kecepatan responnya. Jika materi sangat banyak dan panjang, maka lebih baik diketik dengan aplikasi pengolah kata lalu dilampirkan.
2. Gunakanlah bahasa dan istilah-istilah yang sederhana, agar arti dan tujuan dari materi e-mail yang dikirim mudah ditangkap dan dipahami oleh penerimanya.
3. Untuk menunjukkan sopan santun boleh saja tetap menggunakan kata-kata sebutan untuk seseorang seperti Bapak, Ibu, Saudara, tetapi tidak perlu dengan kalimat-kalimat panjang yang sifatnya hanya basa-basi, misalnya “selamat siang pak, apa kabar? semoga baik-baik saja dan tidak kurang sesuatu apapun”. Kalimat basa-basi seperti itu tidak depat dalam budaya e-mail yang singkat dan padat.
4. Hindari untuk mengirimkan e-mail yang berisi surat berantai, apalagi yang berisi ancaman bagi penerimanya, jika penerima tidak mau mengirimkan kepada rekan-rekannya yang lain.
5. Berhati-hatilah dalam menggunakan huruf kapital, karena huruf kapital digunakan hanya untuk memberi tekanan bahwa kata atau hal itu penting, tetapi jika digunakan untuk seluruh kalimat memberi kesan bahwa pengirim sedang marah terhadap penerima e-mail.
6. Hindarilah singkatan-singkatan yang tidak umum digunakan atau merupakan ciptaan sendiri, karena dapat membuat bingung bagi penerima.

Attach File
Tidak jarang jika surat yang susun oleh sekretaris menjadi sangat panjang, karena harus dilengkapi dengan data atau lampiran-lampiran. Kemungkinan juga e-mail yang akan dikirim itu ingin dilampiri dengan suatu proposal.
Jika materi surat sangat panjang ataupun berupa proposal, maka akan sangat efektif, jika tidak ditulis melalui aplikasi e-mail. Selain tidak dapat diformat dengan baik, juga pulsa yang dibutuhkan untuk menunggu penulisan sangat banyak.
Oleh karena itu, agar efektif, surat sebaiknya ditulis dengan aplikasi pengolah kata tersendiri, lalu dilampirkan dalam e-mail yang dikirim. Proses melampirkan file ini, di lingkungan Internet dikenal dengan istilah attach file. Berikut ini beberapa kiat untuk menyertakan file dalam e-mail:
1. Siapkanlah file surat atau dokumen yang akan disertakan dalam pengiriman e-mail dengan menggunakan aplikasi pengolah kata, seperti MS-Word.
2. Berilah nama file yang sesuai dengan isi materi yang dikirimkan, misalnya “surat penawaran keramik”, “surat penawaran komputer”, dan lain sebagainya.
3. Jangan menggunakan vesi perangkat lunak yang terbaru untuk menyimpan file yang akan dilampirkan, karena belum tentu versi terbaru tersebut terinstall di komputer penerima. Sebaiknya penyimpanan dikonversi ke versi yang sebelumnya, karena aplikasi terbaru dapat membuka versi sebelumnya, tetapi tidak sebaliknya.
4. Pastikan bahwa file yang akan dikirim tersebut bebas dari virus, sehingga tidak membahayakan keselamatan komputer penerimanya.
5. Jika file terlalu besar, maka sebaiknya dikompres terlebih dahulu menggunakan perangkat lunak kompresi data, sehingga beban lalu lintas jaringan dapat dikurangi, dan tidak membebani kapasitas yang disediakan untuk e-mail di komputer penerima.

Menjawab e-Mail
Tugas sekretaris tidak hanya untuk membuat surat dan mengirimkannya, tetapi juga untuk membalas atau menjawab surat-surat yang masuk, baik surat yang diterima melalui pos, maupun e-mail.
Khusus surat yang diterima melalui e-mail, memiliki karakteristik tersendiri, yaitu surat itu menuntut respon time yang tinggi untuk dibalas. Oleh karena itu, sekretaris harus memiliki kiat untuk menangani balasan surat melalui e-mail.
Balasan e-mail tidak dapat ditunda, karena fungsi Internet adalah untuk mempercepat tidak saja distribusinya tetapi juga respon dari penerimanya.
Beberapa kiat berikut dapat membantu sekretaris dalam menjawab e-mail dengan baik dan menunjukkan daya respon yang tinggi:
1. Pahami lebih dahulu dengan seksama materi e-mail yang diterima sebelum menyusun jawabannya. Kecepatan memberi respon bukan berarti tidak hati-hati, karena bila terjadi kecerobohan, maka akan berdampak sangat buruk terhadap masa depan bisnis perusahaan.
2. Rumuskanlah jawaban atau balasan dalam kalimat yang singkat, padat tetapi mengandung arti dan jawaban yang dibutuhkan. Jangan bertele-tele dan banyak basa-basi tetapi tetap sopan.
3. Kirimkan segera balasan atau berita, jika sekretaris masih membutuhkan waktu koordinasi dengan pimpinan. Isi berita memberitahukan dan meminta beberapa waktu untuk menyusun balasan yang dibutuhkan. Jadi jangan sampai e-mail itu menggantung beberapa hari tanpa pemberitahuan sama sekali.
4. Jika jawaban sangat panjang, maka tulislah menggunakan aplikasi pengolah kata dan kirimkan dengan cara menyertakan file dalam e-mail yang dikirim.

Penutup
Surat menyurat menggunakan fasilitas e-mail mudah dan cepat. Namun memang ada perubahan pola dalam surat menyurat. Misalnya tanggal surat, kepada siapa surat ditujukan, persoalan apa yang akan dibicarakan dan siapa pengirimnya tidak termasuk dalam badan surat, melainkan diketik pada formulir tersendiri. Jadi pada badan surat hanya berisi materi surat saja.
Di samping itu, basa basi tidak perlu dituliskan, karena tujuan dari fasilitas e-mail adalah surat yang singkat dan padat. Selain itu, format tulisan sederhana.
Perubahan pola ini harus segera dipahami, khususnya oleh para sekretaris yang terlibat dalam kegiatan surat menyurat. Agar penggunaan fasilitas e-mail dapat optimal dan mengangkat citra perusahaan dimata rekan pebisnis lainnya dan para pelanggan.

BERINVESTASI TI DI TENGAH KECEPATAN INOVASI

Berinvestasi TI
Tidak jarang, orang atau perusahaan membeli peralatan TI dengan mengunjungi pameran terlebih dahulu. Pada umumnya orang atau perusahaan berpikir, bahwa di dalam arena pameran akan ada produk dengan harga yang murah dan masih disertai dengan bonus-bonus yang menambah keuntungan.
Sementara itu, di arena pameran mereka mengalami emosi dalam melakukan transaksi, karena banyak tawaran yang menggiurkan. Hal itu membuat mereka tidak dapat berpikir secara rasional terhadap kebutuhan yang sebenarnya. Tidak sedikit rencana induk pengembangan perangkat TI yang dicampakkan, karena di arena pameran tersedia tawaran-tawaran baru.
Penawaran perangkat-perangkat multifungsi hasil inovasi telah mengubah rencana pembelian. Dimana semula seseorang hanya akan membeli perangkat scanner dengan harga berkisar Rp. 450.000, menjadi perangkat multifungsi yang terdiri dari scanner, printer dan facimili dengan harga berkisar Rp. 1.600.000,-.
Seharusnya, kegiatan berinvestasi harus direncanakan dan dipikirkan secara masak, agar investasi yang dilakukan tidak menjadi beban di masa mendatang. Sudah sewajarnya pembelian perangkat TI secara pribadi juga diperhitungkan seperti layaknya perusahaan yang berinvestasi, agar ia juga terdorong untuk memanfaatkan perangkat tersebut secara produktif.

Langkah berinvestasi
Untuk menentukan jenis perangkat apa yang akan dibeli, seharusnya seseorang atau perusahaan melihat kembali apa yang menjadi kebutuhan. Untuk membeli perangkat teknologi jangan hanya digerakkan oleh emosional diskon semata atau emosional untuk membeli hasil inovasi terbaru, karena hal itu berarti melakukan pemborosan.
Seorang mahasiswa yang membeli komputer laptop dengan spesifikasi Duo Processor, RAM 1 GB dan Harddisk 120 GB hanya untuk mengoperasikan pengolah kata guna menyusun laporan. Tentu saja investasi yang dilakukannya sangat berlebihan. Namun perkantoran yang bergerak dalam bidang desain grafis jangan membeli komputer laptop dengan spesifikasi di bawah kebutuhan, yaitu laptop yang hanya memiliki spesifikasi teknis prosesor Pentium 4 dengan RAM 128 MB dan Harddisk 40 GB untuk keperluan membuat desain.
Setelah memperhatikan kebutuhan, seseorang atau perusahaan perlu mempertimbangkan proses dari pekerjaan atau produksi yang akan ditopang oleh peralatan tersebut, sehingga perangkat yang dibeli tidak berlebihan, tetapi juga tidak terlalu di bawah standar minimal.
Selain itu, prosedur pemeliharaan yang tepat juga perlu diketahui oleh seseorang atau perusahaan yang akan melakukan pembelian perangkat, sehingga perangkat dapat beroperasi dengan kinerja yang optimal jika perawatan dilakukan dengan tepat.

Tingkatkan kinerja
Di tengah inovasi TI yang sangat cepat dewasa ini, maka seseorang atau perusahaan dituntut untuk memikirkan, membuat konsep dan menerapkan kinerja yang optimal, sehingga perangkat yang dibeli tersebut dapat berperan optimal juga. Misalnya, pembelian laptop tidak hanya untuk menjawab kebutuhan alat bantu pengolah kata guna penyelesaian laporan-laporan, tetapi dapat digunakan untuk membuat buku-buku, dan kepentingan lainnya yang masih dapat ditangani oleh komputer dengan spesifikasi tersebut.
Jadi sudah sewajarnya jika peningkatan investasi TI juga menuntut peningkatan kinerja, sehingga perangkat yang dibeli dapat berfungsi secara optimal. Jika kecepatan inovasi TI yang dipacu terus akhir-akhir ini, tidak dapat diimbangi dengan eksplorasi fungsi dan kinerja perangkat tersebut, maka akan terjadi pemborosan.

MANAJEMEN PENGETAHUAN BERBASIS KOMPUTER

Dewasa ini, situasi kompetisi antar lembaga pendidikan semakin ketat. Tidak tertutup kemungkinan kompetisi yang ketat ini juga terjadi dalam lingkup perguruan tinggi. Dimana perguruan tinggi yang tidak serius dan kompeten untuk memajukan kualitas proses pendidikan dan mutu lulusannya tidak akan dipilih dan dipercaya lagi oleh masyarakat.
Namun, tidak sedikit pula perguruan tinggi yang ternama juga mulai mendeteksi adanya penurunan jumlah pendaftar dari lulusan SMA kelas XII, sehingga para pengelolanya mulai mencemaskan hal tersebut.
Beragam strategi dirancang mulai dari perbaikan sistem pendidikan, peningkatan fasilitas, peluncuran program-program pendidikan internasional, penggunaan buku-buku terbitan luar dan dalam negeri sebagai buku ajar, hingga iming-iming studi tour ke luar negeri dan pemberian sebuah laptop bagi setiap siswa SMA kelas XII yang mendaftar dan diterima di perguruan tinggi tersebut.
Selain itu, strategi penerimaan mahasiswa baru (PMB) juga dirancang untuk memikat dan mengikat para siswa SMA kelas XII mulai dari iklan yang gencar di berbagai media massa, maupun pembagian souvenir dan hadiah yang menyertai penyebaran brosur-brosur PMB. Bahkan banyak perguruan tinggi yang telah melakukan tes PMB jauh hari sebelum para siswa tersebut dinyatakan lulus. Proses penerimaan siswa yang lebih awal tersebut juga mulai diikuti oleh sejumlah SMA, SMP bahkan SD.

Perilaku Siswa SMA
Demi suksesnya usaha pemasaran tidak jarang perguruan tinggi merombak tim pemasarnya dari tahun ke tahun agar diperoleh komposisi yang terbaik. Apalagi saat-saat seperti sekarang ini dimana kompetisi kian ketat, tidak sedikit pemasar perguruan tinggi dituntut untuk memiliki performa yang tinggi dalam memperoleh mahasiswa tahun akademik 2007-2008. Para pemasar itu harus memeras segala kemampuannya untuk menciptakan strategi dan berjuang untuk merebut hati para siswa SMA kelas XII.
Tidak terkira rasa lelah yang dihadapinya. Terkadang para pemasar yang bekerja seolah tidak mengenal jam kerja itu membuat rumusan program pemasaran yang disusun dengan rapi dan terjadwal, tetapi ketika dipaparkan dalam forum rapat pimpinan, ternyata hampir semua rumusan itu sudah pernah dibuat di masa lampau atau dilakukan oleh lembaga kompetitor dan tidak memiliki dampak yang signifikan bagi usaha pemasaran perguruan tinggi.
Perumusan program juga sering kali terkendala oleh pergerakan atau pergeseran perilaku siswa SMA. Seharusnya pergeseran siswa SMA ini penting untuk dideteksi, karena akan berpengaruh bagi usaha pemasar dalam menyusun strategi.
Dulu, para siswa mencari perguruan tinggi yang termasyur, karena prestasinya, pendirinya, para pengajarnya, gedungnya, laboratoriumnya dan kiprahnya. Namun, belakangan ditengarai telah bergeser, dimana para siswa digerakkan oleh trend, sehingga memilih program studi yang sedang “nge-trend”. Oleh karena itu, sejumlah program studi yang sedang tidak “nge-trend” mengalami kesulitan yang sangat besar dalam mencari mahasiswa baru. Belum lagi pergeseran itu diantisipasi, kini tampaknya perilaku siswa SMA juga mulai bergeser untuk mencari kenyamanan, keamanan dan gengsi, sehingga tidak sedikit para siswa yang menjadikan fasilitas AC dan LCD projektor di kelas, bonus laptop, kenyamanan parkir, kebersamaan satu “geng”-nya untuk masuk perguruan tinggi itu, serta studi tour ke luar negeri sebagai kriteria untuk memilih perguruan tinggi yang akan dimasukinya.
Al hasil, dalam kurun masa baktinya para pemasar tersebut tidak dapat berbuat banyak, kecuali menyusun konsep-konsep atau strategi di atas kertas yang mana hal itu sudah usang, karena pernah dirumuskan di masa lampau baik oleh pemasar internal maupun kompetitor.

Basis Data Pengetahuan
Kejadian yang terus berulang tersebut tidak semestinya terjadi bila perguruan tinggi mulai mengembangkan aplikasi dan basis data dengan komputer untuk mencatat semua pengetahuan tentang pemasaran baik yang telah dilakukan oleh pemasar internal, maupun pihak kompetitor, serta hasil dari usaha-usaha tersebut.
Aplikasi dan basis data tersebut sebaiknya tidak hanya mencatat tentang konsep, strategi atau program-program pemasaran yang pernah dirumuskan, tetapi juga latar belakang lahirnya gagasan-gagasan tersebut, situasi saat itu, pergerakan segmen pasar yang dituju dalam hal ini para siswa SMA kelas XII, serta dampaknya atau hasil dari usaha-usaha tersebut.
Melalui aplikasi dan basis data komputer tersebut, maka setiap pemasar baru dapat merunut kembali usaha-usaha apa saja yang telah dirumuskan dan dampaknya untuk usaha PMB.
Bagi perguruan tinggi pada era teknologi informasi (TI) dewasa ini, pembuatan basis data pengetahuan dengan menggunakan teknologi komputer bukanlah suatu pekerjaan rumah yang sangat berat, karena perguruan tinggi tidak perlu menambah investasi baru. Investasi teknologi yang ada dapat dioptimalkan untuk mengembangkan aplikasi dan basis data pengetahuan dengan mencatat pengetahuan dan pengalaman staf internal maupun pengetahuan dan pengalaman dari pihak eksternal.
Pembangunan aplikasi berbasis komputer untuk mengelola basis data pengetahuan ini juga akan lebih mendekatkan para pemasar dengan pasar sasarannya, sehingga bidikannya akan lebih tepat tanpa harus mengeluarkan biaya yang sangat tinggi untuk melakukan uji coba strategi promosinya.

Penutup
Pembangunan aplikasi berbasis komputer untuk mengelola basis data pengetahuan ini juga dapat digunakan untuk mengelola pengetahuan dalam proses pendidikan dan pengajaran, penciptaan produk, pembuatan brand (merek), pembentukan usaha jasa atau manajemen sumber daya manusia dan lain sebagainya.
Sudah saatnya aplikasi dan basis data pengetahuan dikembangkan untuk meningkatkan kualitas manajerial baik lembaga yang memiliki tujuan profit atau non profit.

TIPS MEMILIH KOMPUTER PRIBADI

Konversi valuta asing yang relatif stabil dalam satu tahun terakhir ini, bahkan adanya penguatan mata uang Rupiah terhadap Dollar Amerika telah membuat harga perangkat komputer menjadi relatif lebih murah. Apalagi perkembangan teknologi komputer yang demikian cepat, dimana hampir setiap bulan muncul produk baru, maka harga perangkat satu versi lebih lama menjadi lebih murah.
Kondisi harga perangkat yang relatif terasa lebih murah itu telah mendorong banyak orang untuk membeli komputer untuk keperluan pribadi. Apalagi dengan maraknya penawaran di pameran-pameran komputer yang menawarkan harga yang bersaing ditambah bonus-bonus yang menarik. Namun banyak juga calon pembeli mengalami kebingungan untuk memilih perangkat komputer pribadi yang cocok untuk digunakannya.
Kebimbangan itu terlihat, ketika calon pembeli datang di sebuah stand atau toko komputer. Mereka mengalami kebingungan untuk menentukan pilihan, karena banyak pilihan tersodor di hadapannya yang berbeda dengan apa yang dibayangkan dan dianggarkan sebelum berangkat.
Kebingungan itu terjadi, karena pembeli tidak mau dirugikan bilamana membeli suatu perangkat yang terlalu canggih dari tugas yang akan diselesaikan, atau sebaliknya mendapatkan perangkat yang terlalu lemah. Belum lagi soal up-grade dimasa mendatang.
Ada tiga hal yang menjadi pertimbangan pokok dalam menentukan komputer pribadi yang akan dibeli, yaitu kebutuhan, anggaran dan toko komputer yang menyediakan perangkat yang dimaksud.

Deteksi Kebutuhan
Komputer hanyalah sebuah alat bantu untuk menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan. Untuk itu seseorang yang akan membeli komputer hendaknya dapat mendefinisikan tentang kebutuhannya. Ada beberapa hal yang perlu dideteksi untuk dapat menentukan kebutuhan seseorang terhadap spesifikasi dari sebuah perangkat komputer yang akan dimilikinya, yaitu:
Pertama, calon pembeli hendaknya mendeteksi sifat dari kegiatannya sehari-hari, apakah ia memiliki mobilitas yang tinggi atau lebih banyak berada dalam ruangan. Jika ia memiliki mobilitas yang tinggi, maka komputer jenis notebook atau desknote sangat cocok untuk menjawab kebutuhannya itu. Jenis notebook dan desknote dapat dibawa ke amna-mana dengan mudah dan dapat digunakan diperjalanan. Namun jika sebaliknya ia lebih banyak berada dalam ruangan, maka pilihan komputer desktop sudah mencukupi. Tetapi bila ia sering melakukan pertemuan-pertemuan, maka pastikan bahwa komputer desktopnya memiliki fasilitas USB port agar dapat dilakukan transfer file pada disk kapsul, sehingga data dapat dengan mudah dibawa ke mana ia akan pergi.
Kedua, calon pembeli hendaknya mendeteksi tentang jenis pekerjaannya. Apakah pekerjaannya tergolong kegiatan administratif, rancang grafis atau pemrograman. Untuk pekerjaan administratif, maka cukup digunakan komputer dengan spesifikasi standar. Namun jika komputer yang dibeli diharapkan dapat mendukung pekerjaan rancang grafis dan pemrograman, maka dibutuhkan komputer dengan spesifikasi yang khusus. Dimana prosesor, memori utama dan media penyimpan diharapkan memiliki ketangguhan dan kapasitas yang cukup tinggi agar cepat dalam menyelesaikan proses kerja. Pilihan terhadap prosesor dengan teknologi Hyper-Threading (HT) tepat untuk menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan sejumlah aplikasi pada waktu yang bersamaan.
Ketiga, calon pembeli hendaknya mempertimbangkan jenis data yang akan dimasukkan dan diolah. Apakah data hanya berupa teks, atau dalam bentuk grafis, misalnya rancang bangun mesin, rumah atau gambar produk lainnya. Untuk data dalam bentuk grafis, tentu menuntut spesifikasi khusus, agar komputer dapat beroperasi dengan cepat. Namun demikian, bukan berarti jika jenis datanya hanya teks, maka tidak diperlukan spesifikasi tinggi. Hal itu perlu dicek pada jenis perhitungan yang dilakukan untuk memproses data yang ada. Apakah perhitungan yang dilakukan sederhana atau rumit, banyak dan kompleks. Untuk tingkat kerumitan yang tinggi dalam perhitungan dengan jumlah data yang banyak dan prosedur yang kompleks, maka juga dibutuhkan komputer dengan spesifikasi yang tinggi.
Keempat, calon pembeli juga perlu mendeteksi kegunaan komputer selain untuk mendukung pekerjaan, apakah komputer juga digunakan untuk memuaskan hobby-nya. Jika calon pembeli memiliki hobby untuk mendengarkan musik, menonton film, atau bermain game, maka perlu menambahkan perangkat multimedia seperti sound card dan video card serta speaker sebagai kelengkapannya. Apalagi jika calon pembeli memiliki profesi sebagai perancang video klip atau animasi produk, maka dibutuhkan komputer dengan spesifikasi prosesor dengan kemampuan yang tinggi, kapasitas memori utama dan media penyimpan yang besar, serta perangkat pendukung seperti sound card, video card, speaker dan peripheral seperti scanner, camera digital dan printer.
Kelima, calon pembeli perlu mempertimbangkan waktu beroperasinya komputer yang akan dibeli. Apakah komputer tersebut akan beroperasi terus menerus, atau hanya beroperasi pada saat digunakan saja. Untuk komputer yang akan beroperasi secara terus menerus, maka disarankan untuk membeli komputer yang bermerk yang memiliki standar kualitas yang tinggi dari pada komputer rakitan yang belum teruji.
Keenam, calon pembeli perlu mempertimbangkan, apakah akan menghubungkan komputer dengan jaringan lokal yang ada atau bahkan Internet untuk mencari informasi atau melakukan up load artikel. Untuk menghubungkan dengan jaringan lokal, maka diperlukan kartu jaringan, kabel dan perangkat jaringan seperti Hub. Sedangkan untuk menghubungkan dengan Internet, diperlukan perangkat Modem.
Ketujuh, calon pembeli perlu mengamati, apakah tegangan listrik di rumahnya stabil dan tidak sering terputus alirannya. Bila ingin aman, maka calon pembeli dapat menambahkan perangkat stabilizer untuk menjaga stabilitas tegangan, atau bahkan membeli UPS untuk menjaga agar komputer tetap dapat dimatikan secara normal, pada saat aliran listrik terputus.

Anggaran
Setelah kebutuhan akan spesifikasi komputer yang akan dibeli dapat dirumuskan, maka calon pembeli perlu mencocokan dengan anggaran yang tersedia untuk pembelian komputer pribadi tersebut. Bagi calon pembeli yang hanya memiliki dana yang pas-pasan, maka dapat mempertimbangkan teknologi alternatif yang menawarkan harga yang lebih murah, misalnya bergeser dari merk Intel ke AMD.
Bilamana dana yang dimiliki masih kurang untuk mengkonsumsi perangkat komputer beserta peripheral kelengkapannya, maka calon pembeli dapat mempertimbangkan pembelian secara bertahap. Dengan membagi menjadi beberapa tahap pembelian, maka seakan-akan calon pembeli melakukan pembelian dengan cara cicilan.
Namun, bila ingin memiliki secara lengkap sekaligus, sedangkan anggaran terbatas, maka calon pembeli dapat memilih program pemilikan perangkat komputer dengan cara kredit. Cara yang terakhir ini sekarang sedang marak terjadi. Meskipun ada beban bunga, tapi urusan adminstrasinya cepat dan segera dapat diperoleh perangkat dengan lengkap untuk mendukung pekerjaan si pembeli. Namun pembelian secara kredit akan sangat tepat, bila perangkat komputer tersebut akan digunakan sebagai alat bantu kerja.

Toko Komputer
Faktor ketiga ini jangan disepelekan, karena keberadaan toko komputer sangat diperlukan untuk menjamin garansi dan layanan purna jual lainnya. Apalagi jika komputer yang dibeli merupakan komputer rakitan dari toko tersebut.Oleh karena itu, calon pembeli perlu melakukan penilaian terlebih dahulu terhadap manajemen dan kinerja toko yang tertuang dalam pelayanan yang diberikan baik sebelum maupun purna jual. Carilah informasi tentang kredibilitas toko itu dari para pelanggannya.
Selain itu, soal harga dan fasilitas lain seperti garansi dan dukugan teknis dan edukasi perlu dipertimbangkan, agar calon pembeli dapat memperoleh perangkat komputer idaman dengan harga yang wajar. Cara untuk menilai harga perangkat komputer adalah dengan membandingkan dengan kualitas dan kuantitas komponen dan peripheral serta harga dari toko lain.
Dengan mempertimbangkan beberapa faktor di atas, maka diharapkan para calon pembeli dapat memperoleh perangkat komputer sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang dimiliki.

LAHIRKAN KARYA LEWAT PENGOLAH KATA

Perangkat lunak perkantoran khususnya pengolah kata sudah tidak asing lagi. Dari siswa sekolah dasar (SD) hingga para staf di perkantoran sudah pernah bahkan menggunakannya dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.
Pada umumnya, perangkat lunak pengolah kata dikenal sebagai alat bantu untuk membuat surat, laporan atau dokumen lainnya dalam perkantoran. Para sekretaris dan staf administrasi lebih akrab dengan perangkat lunak ini, karena sehari-hari mereka harus menyelesaikan surat-surat kepada para relasi dan pelanggan, menyusun laporan kepada pimpinan atau membuat dokumentasi dari hasil rapat-rapat.
Adapun perangkat lunak pengolah kata yang kini sangat familiar digunakan adalah Microsoft Word. Semenetara itu, bagi perkantoran yang mulai beralih dari sistem operasi Windows menuju ke Linux telah mensosialisasikan penggunaan perangkat lunak pengolah kata dalam rumpun Open Office, Star Office atau K-Office dan lain sebagainya.
Meskipun sehari-hari para staf di kantor telah menggunakan perangkat lunak pengolah kata, tetapi masih sedikit yang mendayagunakannya untuk melahirkan beragam karya inovatif, sehingga perangkat lunak itu seakan-akan tidak memberikan kontribusi selain untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.

Eksplorasi fasilitas
Apabila para staf melakukan eksplorasi terhadap pengolah kata Microsoft Word, maka para staf dapat menemukan banyak fasilitas yang terkandung di dalamnya yang dapat digunakan untuk menghasilkan karya-karya kreatif dan inovatif.
Fasilitas untuk menyisipkan gambar (Insert Picture) dapat digunakan untuk menghasilkan pamflet atau poster yang menarik. Para staf dapat mendesain informasi yang diejawantahkan dengan gambar atau karikatur yang mendukung.
Fasilitas pengaturan kolom (Format Column) dapat digunakan secara kreatif untuk menghasilkan artikel untuk buletin, tabloid atau koran mini kantor, sehingga komunikasi antar staf dapat menjadi lebih hangat dan terjadi komunikasi dari pimpinan kepada staf dan sebaliknya. Di samping itu, pengaturan kolom ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat buku profil kantor atau brosur-brosur untuk menyajikan kepada konsumen tentang penjelasan produk-produk perusahaan secara lebih rinci.
Para staf juga dapat menyajikan data-data statistik dalam bentuk tabel untuk melengkapi dokumentasi-dokumentasi atau laporan-laporan yang menggambarkan kondisi riil perusahaan.
Perangkat lunak pengolah kata Microsoft Office khususnya memiliki fasilitas untuk mengubah dokumen teks ke dalam format HTML, sehingga teks yang disusun dapat langsung di-up-load ke lingkungan internet.

Penciptaan karya
Perangkat lunak pengolah kata memang kaya akan fasilitas, sehingga dapat digunakan untuk mengembangkan karya dan melakukan inovasi dalam menyusun dokumen-dokumen. Di samping itu, para staf memiliki banyak kesempatan untuk menghasilkan karya-karyanya dengan beragam fasilitas yang ada.
Para staf yang ingin menambah penghasilannya dapat memanfaatkan perangkat lunak pengolah kata tersebut. Jika secara teknis, perangkat pengolah kata memiliki beragam fasilitas, maka persoalannya apakah para staf mau secara kreatif menuangkan karya-karya terbaiknya.
Para staf dapat membuat buku atau artikel koran yang menceritakan bagaimana para staf dapat menduduki pekerjaannya sekarang. Pengalaman dan tips untuk meniti tangga karir dan bertahan di tengah tantangan dan rintangan dalam pekerjaan. Para staf dapat membantu pembuatan pamflet atau mengisi secara rutin artikel-artikel di web perusahaan.
Singkat kata, daya cipta karya perlu ditumbuhkan dalam diri para staf, sehingga para staf dapat lahir baru sebagai seorang technopreneur yang dapat memanfaatkan seoptimal mungkin suatu teknologi untuk memperkembangkan dirinya dan memajukan perusahaan. Jika para staf yang piawai dalam mengoperasikan teknologi memiliki daya cipta karya, maka perusahaan juga akan mengalami peningkatan yang sangat berarti.

Pola pelatihan
Di jaman yang sangat kompetitif dewasa ini, kehadiran para staf yang berjiwa technopreneur sangat dibutuhkan oleh perusahaan, sehingga perusahaan dapat mengalami penyegaran dan pembaruan. Oleh karena itu, pelatihan atau lokakarya staf tidak cukup hanya ditujukan untuk memberi bekal keterampilan untuk mengoperasikan suatu teknologi, melainkan juga jiwa entrepreneur untuk mendayagunakan teknologi tersebut agar dapat lebih bermanfaat.
Tentu saja, harapan itu dapat dipenuhi jika pola pelatihan atau lokakarya diubah dan diarahkan tidak hanya untuk membekali keterampilan tetapi juga untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur dari para staf.
Hal itu dapat dilakukan dengan memancing para staf dengan penciptaan tantangan-tantangan yang kreatif, sehingga para staf terdorong untuk memberikan solusi-solusi yang kreatif. Di samping itu, para staf juga perlu diberi kebebasan dan penghargaan untuk mencipta, sehingga mereka termotivasi untuk berkarya.

MELESAT DENGAN TEKNOLOGI 3G

Teknologi 3 G yang baru beberapa saat diluncurkan dipastikan akan menjadi ujung tombak baru untuk telekomunikasi pribadi dan bisnis di tahun 2007 ini. Para pengguna dapat memperoleh informasi dan menikmati kehangatan komunikasi melalui ponsel 3G-nya. Bahkan perusahaan yang kreatif dan inovatif dapat segera memanfaatkannya untuk melakukan promosi.
Kehadiran teknologi 3G di Indonesia yang dibidani oleh tiga operator utama XL, Telkomsel dan Indosat ini ternyata telah menarik minat dari para pengguna. Telkomsel sendiri tidak mengira bila dalam dua bulan terakhir 2006, teknologi 3G ini telah menarik minat dari 800.000 pelanggan yang berarti 3 kali lipat dari target semula 270.000 pelanggan.
3G memang memiliki daya pikat yang tinggi dengan ragam multimedia yang dikandung di dalamnya. Tampak bahwa para pengguna semakin dimanjakan dengan aneka fasilitas.

Perang operator
XL dan Telkomsel saling bersaing untuk memperluas daerah jangkauan layanan 3G-nya. Tidak kurang dari 13 kota telah dijangkau oleh XL, yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Medan, Batam, Bintan, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, serta Mataram dan sekitarnya. Sementara itu, jaringan 3G Telkomsel telah menyebar di 22 kota, antara lain Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Purwokerto, Surabaya, Medan, Pematang Siantar, Padang, Palembang, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Batam, Mataram, Denpasar Bali dan Banda Aceh.
Telkomsel memiliki strategi jitu untuk meningkatkan jumlah pelanggan 3G-nya, yaitu dengan menciptakan kemudahan bagi para pelanggannya untuk mengup-grade ke layanan 3G. Telkomsel menyediakan layanan upgrade dengan mengetik 3G dan dikirim ke 3636, maka pelanggan secara otomatis sudah bisa menikmati layanan 3G, tanpa harus ganti kartu.
Sementara itu, Indosat menawarkan layanan 3G dengan teknologi HSDPA (High Speed Downlink Access Packet) yang sebenarnya tergolong teknologi 3.5G. Teknologi HSDPA ini merupakan pengembangan dari 3G UMTS yang memiliki kecepatan akses hingga 3.6 Mbps yang berarti lebih cepat 9 kali lipat dibanding 3G UMTS sendiri. Saat ini, seluruh jaringan 3G Indosat telah dilengkapi dnegan teknologi HSDPA, sehingga para pengguna dapat memperoleh kenyamanan dalam mengakses data, internet, mobile TV, video call, mobile video, video content dan full track music download, serta multiplayer games.

Inovasi pemasaran
Kini saat yang tepat untuk menciptakan strategi dan desain promosi dengan memanfaatkan teknologi 3G. Di saat gelombang migrasi dari teknologi 2G menuju 3G, tentu saja para pengguna masih diliputi oleh rasa ingin tahu yang sangat besar, sehingga para pemasar dapat segera menangkap momentum ini dengan memanfaatkan teknologi 3G sebagai sarana pemasaran dengan mobilitas tinggi. Apalagi tampak bahwa animo para pelanggan 2G yang mulai berangsur-angsur migrasi ke 3G cukup banyak.
Fasilitas multimedia yang tersedia dalam teknologi 3G dapat digunakan untuk menyajikan video klip promosi produk, atau juga video klip untuk mendidik para konsumen. Selain itu, juga para pemasar memiliki kesempatan untuk memasang banner promosi pada acara-acara mobile TV yang dapat diakses oleh para pengguna teknologi 3G.

Melesat dengan 3G
Tidak hanya bisnis yang memiliki peluang untuk melesat di tahun 2007 ini, tetapi juga jurnalistik, entertainment dan edukasi. Dunia pendidikan memiliki kesempatan untuk mengembangkan video-video pendidikan atau program-program pendidikan yang dapat diakses oleh para pengguna 3G.
Tentu saja peluang dan kesempatan ini menjadi tantangan bagi para ahli dan pemerhati dalam berbagai bidang. Teknologi 3G telah hadir sebagai infrastruktur utama, tetapi berbagai pihak harus ikut mengupayakan, memikirkan dan mengembangkan isinya, supaya teknologi ini bermanfaat untuk membangun masyarakat dan bangsa. Perlu diwaspadai dan dihindari pengembangan konten pornografi yang dapat merusak moral dan mental.

TEKNOLOGI INFORMASI MASIH BANYAK UNTUK GAUL

Kemajuan TI
Kalau mengamati pameran-pameran Teknologi Informasi (TI) akhir-akhir ini, tampak bahwa perkembangan inovasi teknologi ini sangat pesat sekali. Tentu saja dapat dikagumi hadirnya teknologi-teknologi baru seperti motherboard Fujitsu yang memiliki fasilitas kontrol jarak jauh, baik kontrol keamanan maupun kerusakan.
Belum lagi diamati dari segi prosesor (CPU) yang merupakan otaknya komputer. Terus berkembang baik dari segi versi maupun kecepatannya. Perkembangan dari Pentium II ke Pentium IV, seakan tidak ada jeda waktu, bagi pemasar untuk memasarkan produknya sudah berganti versi.
Yang terakhir perkembangan Pentium IV sendiri, dari kecepatan sekitar 700 MHz telah melaju ke inovasi Pentium IV dengan kecepatan 2,2 GHz. Bahkan diperkirakan di masa-masa mendatang, Intel akan terus menggulirkan inovasi yang lebih tinggi lagi.
Sementara itu, teknologi printer tersaji dengan tingkat kerapatan pixel yang sangat tinggi, sehingga dapat dihasilkan suatu gambar yang berkualitas seindah foto. Bahkan printer sejenis BJC dapat menghasilkan gambar lembaran mata uang dengan precisi tinggi.
Selain itu, teknologi kamera digital telah mengalami inovasi yang membuat teknologi ini makin disukai oleh banyak orang. Bukan hanya fasilitas seperti memori yang ditambah, tetapi juga kualitas hasilnya. Dan yang lebih memikat lagi, harganya juga anjlok di bawah kamera biasa yang menggunakan fasilitas zooming.
Keterkaitan teknologi komputer dengan ponselpun juga semakin sempurna. Sejumlah produsen ponsel menawarkan fitur-fitur yang semakin lengkap pada produk-produk mereka. Mulai dari penambahan memori untuk menyimpan alamat telepon, hingga fasilitas untuk berinternet juga mulai disediakan.
Perkembangan yang bersifat revolusioner tampaknya juga tersaji melalui terciptanya sistem Multimedia Message Service (MMS) yang lebih menarik ketimbang Short Message Service (SMS). Ponselpun semakin diminati oleh para penggunanya, tidak saja sebagai alat komunikasi dengan mobilitas tinggi, tetapi juga praktis, murah dan apik.

Profil Pemakai
Orang muda tampaknya paling siap dalam merespon perkembangan yang begitu mengagumkan itu. Jumlah mereka tercatat mencapai 77.2% berstatus pelajar dan mahasiswa dari jumlah yang diperkirakan mencapai 20 juta orang yang akses TI di Indonesia.
Kecepatan orang muda dalam mengakses TI mungkin disebabkan oleh dinamika mereka. Di samping itu, pada usia muda kecepatan untuk beradaptasi lebih mudah. Dan semangat berpetualang mereka juga masih membara, sehingga ada dorongan yang besar untuk mencoba, berkreasi dan kritis terhadap perkembangan terbaru.
Orang muda pengakses TI itu biasanya tergolong terpelajar dan relatif mampu secara ekonomis. Dari jumlah mereka tersebut, 70-80 % adalah laki-laki. Karakteristik dari perilaku umum yang mereka miliki antara lain sensitif terhadap trend teknologi, analitis dan efektif, sensitif terhadap harga dan kualitas produk dan kritis.

Gaul Lebih Mudah
Ponsel dan komputer merupakan dua teknologi yang dekat dengan kehidupan orang muda saat ini. Selain sebagai media komunikasi dan alat bantu dalam belajar dan bekerja, kedua alat itu menjadi media gaul orang muda di jaman ini.
SMS dan e-mail atau chatting merupakan fasilitas yang paling sering diakses dan digunakan. Mereka menggunakannya lebih banyak untuk gaul. Menanyakan kabar atau kondisi masing-masing. Saling mengingatkan jadwal kuliah atau undangan acara-acara mereka.
Kadang-kadang, aplikasi itu digunakan untuk membuat janji atau saling memberikan ucapan selamat atas keberhasilan studi, mendapatkan proyek atau ulang tahun.
Situasi sekarang ini, jarang mereka mengalami kesepian, karena melalui kedua alat itu, seakan-akan mereka tidak pernah berpisah dengan koleganya. Melalui SMS dan e-Mail, komunikasi dapat dilakukan setiap saat. Bahkan kalau rekan yang mereka tuju sedang tidak mengakses aplikasi itu, mereka dapat meninggalkan pesan atau surat elektronik yang dapat diakses kemudian.
Pokoknya gaul menjadi lebih hangat. Setiap saat mereka dapat saling berkomunikasi atau sekedar usil mengirimkan pesan-pesan yang menggoda dapat dilakukan. Bahkan dibandingkan dengan telepon atau surat pembaca, respon dari SMS dan e-Mail justru jauh lebih tinggi. Bahkan kadang-kadang kurang dari 10 detik pengirim pesan sudah mendapatkan balasan.

Dari Gaul Ke Bisnis
Tampaknya segmen orang muda berteknologi tersebut dapat dibaca oleh sejumlah perusahaan. Sebut saja BCA yang bergerak dalam dunia perbankan yang dengan cepat menggulirkan layanan Internet Banking dan terakhir mobile Banking. Dimana sejumlah layanan perbankan dapat diakses melalui internet dan ponsel.
Segmen orang muda pun mulai bergeliat untuk berinovasi memanfaatkan teknologi yang sudah dekat dengan dirinya untuk bisnis. Kini orang muda mulai membiasakan diri untuk mencari pekerjaan melalui situs-situs di Internet, mengirimkan surat lamaran melalui e-Mail dan membangun Web baik pribadi maupun untuk bisnis kecil-kecilan.
Mereka memulai bisnis kaset, CD, komputer, pembuatan program, bahkan hingga penawaran produk-produk kain batik dan makanan khas daerah.
Adapun alasan utama mereka menggunakan teknologi itu, karena pasarnya sudah ada, yaitu orang muda sebaya mereka yang juga sudah akrab dengan teknologi itu. Dari pada hanya sekedar say hello, mendingan teknologi itu juga digunakan untuk keperluan bisnis. Selain itu, dengan media ini, biaya komunikasinya relatif murah dan tidak rumit untuk dioperasikan sendiri.

Lahirnya Pebisnis Muda
Dengan demikian secara tidak langsung penggunaan TI menjadi ladang persemaian bagi lahirnya para pebisnis muda, yang pada mulanya hanya terdorong oleh gaya hidup gaul. Kini mereka mulai berpikir dan menggunakan TI untuk bisnis. Paling tidak untuk menutup biaya operasional gaulnya.
Bisnis berbasis teknologi ini tidak mudah, karena polanya berbeda dengan sistem bisnis tradisional. Kepercayaan menjadi dasar terjadinya transaksi. Di sini tampak, bahwa orang muda yang ingin berhasil membina bisnis berbasis TI harus memiliki komitmen yang kuat untuk memelihara kepercayaan yang telah diberikan oleh orang kepadanya. Tanpa kepercayaan, bisnis berbasis teknologi tidak dapat berlangsung.
Di samping itu, orang muda juga dituntut untuk memiliki kreativitas yang tinggi, karena halaman Web mereka harus diperbaharui terus menerus. Selain berita, juga penyajian gambar-gambarnya. Karena fungsi Web tidak hanya seperti papan reklame yang memberi informasi kepada pembacanya, tetapi juga sebagai ruang pamer dan bahkan tempat transaksi.
Meski gerak langkah orang muda perlu dikontrol dan dikoreksi, namun keberhasilan mereka dalam penguasaan teknologi ini juga perlu mendapat apresiasi dan dukungan. Agar mereka semakin bersemangat dan dapat menjadi jembatan bagi bangsa dan negara memasuki era informasi.

DISAIN WEB ORGANISASI CENDERUNG MONOTON

Gelombang internetisasi organisasi dan perusahaan tampak semakin tidak terbendung lagi. Hal ini terlihat dari gerakan eksodus organisasi dan perusahaan untuk memasuki dunia maya yang diwujudkan dengan penggunaan e-mail untuk kegiatan surat menyurat dan pembangunan situs Web.
Dewasa ini, banjirnya situs Web organisasi dan perusahaan di Internet juga telah mendorong lahirnya konsultan-konsultan yang menangani pembuatan Web tersebut. Namun juga tidak sedikit organisasi atau perusahaan yang memberdayakan para stafnya dalam departemen teknologi informasi untuk menangani pembangunan dan pemeliharaan situs Web-nya.

Fungsi situs
Sudah banyak organisasi dan perusahaan yang membangun situs Web, namun masing-masing situs tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan peran dan fungsinya masing-masing.
Pada umumnya, organisasi dan perusahaan memfungsikan situs-situs Web-nya sebagai sarana untuk memperkenalkan dan mendekatkan diri dengan para pelanggannya yang juga telah memasuki ruang maya Internet.
Namun juga tidak sedikit perusahaan yang mulai memanfaatkan situs-situs Web-nya sebagai sarana untuk promosi dan pemasaran. Dimana situs tersebut berfungsi untuk mendorong timbulnya dorongan untuk terjadinya transaksi. Bahkan sejumlah perusahaan telah menjadikan situs-situs Web-nya sebagai fungsi penjualan dengan menyediakan fasilitas transaksi.

Pentingnya pencitraan
Apapun peran dan fungsi yang ditetapkan oleh organisasi dan perusahaan terhadap situs-situsnya, ada hal yang lebih penting, yaitu bagaimana membangun citra organisasi dan perusahaan melalui penyajian Web tersebut, misalnya situs Web untuk pusat pertokoan dengan pola plaza, tentu akan berbeda dengan pusat pertokoan dengan pola pusat perdagangan. Citra situs Web universitas tentu akan berbeda dengan citra situs Web akademi atau sekolah. Citra situs Web rumah sakit umum dengan rumah sakit khusus, seperti rumah sakit mata atau paru-paru tentunya juga punya citra yang berbeda satu sama lain.
Pencitraan ini penting, agar para pengakses dapat langsung mengenali organisasi atau perusahaan dan bidang usahanya. Di samping itu, Web yang memiliki kesan khusus akan mudah untuk diingat.
Tanpa pencitraan yang jelas, tentu organisasi atau perusahaan tersebut akan terkesan tidak berbeda dengan organisasi atau perusahaan yang lain. Hal ini akan menyulitkan usaha promosi atau pemasaran, karena seakan-akan organisasi atau perusahaan tersebut tidak memiliki keunikan yang membedakan dengan yang lain.

Disain Web
Oleh karena pencitraan sangat penting artinya bagi organisasi atau perusahaan dalam usaha untuk memperoleh posisi pada ingatan pengaksesnya, maka para analis dan pemrogram mempunyai ”pekerjaan rumah” untuk membangun citra organisasi dan perusahaan tersebut. Hal ini merupakan tantangan yang tidak ringan bagi para analis dan pemrogram Web organisasi dan perusahaan.
Tentu saja, para analis dan pemrogram selain memahami bahasa pemrograman yang akan digunakan, juga perlu memahami tentang seluk beluk organisasi dan perusahaan tersebut terlebih dahulu, sebelum mendisain Web yang menampilkan citra organisasi dan perusahaan.
Citra tersebut dapat diwujudkan, antara lain dengan warna, logo, maskot, slogan atau semboyan. Pencitraan dengan mengunakan warna dapat dilihat pada pencitraan partai politik, seperti warna merah mencitrakan partai PDIP, warna kuning mencitrakan partai Golkar, warna biru mencitrakan partai PAN. Demikian juga dengan slogan, tentu pengakses segera mengenali slogan produk shampo Clear: ”Pakai hitam siapa takut”, Antangin JRG: ”Wes ewes bablas angine” dan lain sebagainya.

Penutup
Pembangunan situs memang bukan semata-mata soal bahasa dan teknik pemrograman, melainkan juga terkait dengan soal disain untuk membangun citra dari situs Web tersebut. Bilamana aspek disain Web tidak digarap secara khusus, maka citra organisasi dan perusahaan tidak mudah untuk ditangkap oleh para pengakses. Di samping itu, ruang maya hanya dibanjiri situs-situs Web, tetapi terkesan monoton, karena citra dari situs-situs yang ada seolah-olah sama saja. Oleh karena itu, para analis dan pemrogram perlu untuk memperhatikan pentingnya disain situs Web, disamping aspek pemrogramannya.
Di sini program studi di bidang teknologi informasi yang menyelenggarakan perkuliahan Rekayasa Web perlu menambahkan ulasan dan bahasan tentang disain Web yang terkait dengan bagaimana disain tersebut dapat menciptakan situs sesuai dengan citra perusahaan, di samping aspek-aspek teknis dan pemrogramannya semata.

PENGEMBANGAN SITUS E-GOV BUTUHKAN CYBERJURNALIS

Lihat ada fenomena baru di dalam lingkungan Internet, dimana terdapat berbagai macam situs pemerintah daerah (Pemda), departemen-departemen pemerintahan dan badan usaha milik negara (BUMN). Tampak bahwa era e-Government (e-Gov) untuk tingkat Pemda telah dimulai.
Berbagai Pemda propinsi, kabupaten dan kotamadya telah berinovasi untuk menciptakan situs guna menyajikan informasi-informasi penting yang terkait dengan jalannya pemerintahan daerah. Pada umumnya situs Pemda yang tercipta baru memenuhi kriteria pertama dari pembentukan sistem e-Gov, yaitu publikasi.
Dari sejumlah situs Pemda, seperti bali.go.id, kalsel.go.id, smg.go.id, jatim.go.id dan pemda-diy.go.id, secara umum tersedia informasi daerah, pariwisata, pemerintahan, pembangunan, peraturan-peraturan daerah, agenda kegiatan, peta dan berita-berita.
Selain itu, ada beberapa situs yang dirancang untuk menyediakan fasilitas guna berinteraksi dengan masyarakat melalui menu ”hubungi kami” yang menampung masukan dari masyarakat.

Siklus Informasi
Informasi-iinformasi yang disediakan pada situs Pemda, khususnya bagian berita memiliki peran untuk menyajikan fakta dan kejadian-kejadian yang terjadi di lingkungan daerah setempat. Selain itu, juga menyajikan berita berupa liputan dari kegiatan pejabat daerah. Teknik penulisan berita singkat, padat, ringkas tapi tuntas. Dengan gaya bahasa yang sederhana dan renyah untuk dibaca.
Rata-rata berita tersebut ditulis dalam 4-5 kalimat dalam satu paragraf. Dalam satu kalimat rata-rata maksimum 20-25 kata. Sangat dihindari istilah-istilah yang tidak dimengerti secara umum. Materi tulisan bertujuan untuk mengkomunikasikan secara cepat kejadian yang terjadi secara umum, tanpa rincian yang mendalam.
Siklus informasi pada situs Pemda sangat pendek bila dibandingkan dengan siklus berita pada surat kabar yang pada umumnya memiliki waktu siklus satu hari. Pada situs tersebut, bisa jadi dalam satu menit terjadi perubahan dan penambahan berita yang tersaji. Keterkinian dan kecepatan penyajian berita merupakan pusat keunggulan yang harus diperjuangkan dalam sebuah situs. Bilamana pembaruan dan penambahan berita mencapai siklus harian, maka situs tersebut akan segera ditinggalkan para pengaksesnya, karena pengakses situs selalu mencari berita terkini dengan cepat.

Kebutuhan cyberjurnalis
Oleh karena masyarakat Indonesia pada umumnya merupakan masyarakat yang haus berita, maka sangat dibutuhkan para jurnalis untuk menghimpun berita-berita. Para jurnalis yang bekerja untuk menyajikan berita-berita pada situs-situs Intenret sering disebut dengan istilah Cyberjurnalis.
Para cyberjurnalis bukan hanya seorang penyusun berita dengan keterampilan jurnalistik semata, melainkan juga memiliki keterampilan untuk mengoperasikan teknologi Internet dengan baik.
Suatu situs penyaji berita akan dinilai kredibel dan disukai oleh pembacanya, jika selalu menyajikan berita terkini. Oleh karena, siklus berita yang tersaji pada situs-situs Pemda sangat pendek, maka dibutuhkan cuberjurnalis dalam jumlah besar untuk menyusun dan menjamin ketersediaan berita yang akan disajikan.
Pengelola situs Pemda harus benar-benar memperhitungkan kebutuhan akan cyberjurnalis, disamping perancang dan pemrogram situs, karena salah satu daya tarik dari situs Pemda adalah berita.
Cyberjurnalis bukanlah profesi asal bisa menulis. Cyberjurnalis merupakan orang yang memiliki keahlian untuk menyajikan berita secara ringkas dan jelas, sederhana, mudah dipahami dan cepat dalam lingkungan Internet.

Pendidikan cyberjurnalis
Tidak semua orang mampu menulis berita yang dapat dinikmati oleh pembacanya. Tanpa pengetahuan, keterampilan dan kaidah jurnalistik, bisa jadi berita yang tersaji kurang enak untuk dibaca, bahkan situs tersebut dapat ditinggalkan oleh pengaksesnya.
Pengetahuan dan keterampilan cyberjurnalis ini dapat dipelajari oleh siapa saja yang berminat untuk mengembangkan publikasi dalam situs-situs Internet, khususnya situs e-Gov milik Pemda.
Melalui sistem pendidikan dan keterampilan tertentu, maka akan lahir cyberjurnalis yang akan menopang kebutuhan berita pada situs-situs e-Gov tersebut. Oleh karena itu, para pengelola situs e-Gov juga perlu mempersiapkan sumber daya manusia yang akan berperan sebagai cyberjurnalis.

JURNALISTIK DI INTERNET

Artikel di Internet
Tak terasa era Internet terus bergulir, sehingga makin banyak orang terdorong untuk mengakses Internet baik untuk keperluan bisnis, surat menyurat maupun mengakses artikel dan berita. Internet kini mulai dirasakan sebagai suatu kebutuhan pokok untuk memperoleh informasi yang baru dan lengkap.
Tanpa disadari terciptanya Internet ini, telah menjadikan komoditas artikel, berita dan informasi semakin memiliki nilai. Kecepatan dan keakuratan telah menjadi faktor penentu komoditas ini. Para pembaca dapat memperoleh berita, khususnya kejadian-kejadian atau pengetahuan populer yang sedang hangat dengan cepat.
Bagi para mahasiswa serta staf edukatif, Internet merupakan sumber ilmu yang selalu baru dan tak pernah habis. Banyak artikel dan bahasan menarik yang dapat dijumpai di dalamnya. Artikel-artikel itu lebih up-to-date dibandingkan dengan buku-buku atau majalah yang dijual di pasaran. Di samping harganya lebih murah, cara mendapatkannya juga sangat mudah.

Sifat Berita di Internet
Tidak seperti media koran, tabloid atau majalah yang memiliki periodisasi waktu terbit. Ada yang harian, mingguan, bulanan atau bahkan semesteran. Di Internet, siklus terbit artikel atau berita sangat pendek.
Hal ini terjadi, karena Internet menyediakan fasilitas untuk mengup-date dan mengup-load berita dengan mudah dan cepat. Sehingga hanya dalam hitungan menit artikel atau berita dapat segera tersaji di layar kaca komputer para pembaca.
Siklus berita yang pendek ini dapat terjadi, karena berita dapat disajikan tanpa dicetak. Setiap penulis artikel dan peliput berita dapat menyusun suatu naskah dan segera mengup-loadnya di halaman situs yang telah tersedia.

Batasan Ruang Artikel
Internet memiliki sejumlah fasilitas bukan saja untuk penyajian berita berupa teks saja, melainkan juga gambar berupa foto bahkan animasi video. Namun, ruang artikel dan berita yang tersedia sangat terbatas agar dapat diakses dengan kecepatan optimum. Karena file artikel atau berita yang besar akan membutuhkan biaya down load yang besar pula.
Oleh karena itu, para penulis harus hati-hati dan cermat dalam menyusun naskahnya, sehingga pokok materi dapat tersaji dengan baik, tanpa membutuhkan ruang yang sangat besar.
Inilah tantangan dan kesulitan yang dihadapi oleh para penulis artikel dan peliput berita. Tidak saja peningkatan kemampuan dalam meliput dan melahirkan gagasan dengan cepat, melainkan juga harus mampu untuk menyajikannya dengan kalimat-kalimat yang lugas dan ringkas.

Ikut Menulis Berita
Siapa saja dapat ikut menulis artikel atau berita di Internet. Asal yang bersangkutan dapat memperoleh fasilitas komputer, baik secara pribadi maupun dengan cara menyewa. Cukup dengan komputer dengan spesifikasi Pentium 60-233 dengan RAM 8-16 Mbyte saja.
Sedangkan perangkat lunak yang perlu disediakan tentu saja meliputi antara lain sistem operasi seperti Windows 95 ke atas, aplikasi perkantoran khususnya MS Word dan perangkat lunak pembuatan halaman WEB, seperti Front Page, Flash dan ASP.

Multimedia Jurnalistik
Sementara itu, Internet sebagai media jurnalistik saat ini memang memiliki kekayaan fasilitas yang seakan tampaknya tiada batas. Bahkan kini, Internet pun dapat dieksplorasi untuk menyajikan karya-karya jurnalistik yang lebih komunikatif.
Hal ini ditandai dengan lahirnya Surat Kabar Elektronik (e-News) yang telah banyak mengubah pola orang dalam mencari berita dan informasi. Sebut saja Kompas Cyber Media, Femina Online, Detik.Com dan Bernas Online, merupakan model jurnalistik modern.
Melalui Internet ini, redaksi dapat melengkapi tidak hanya gambar-gambar dua dimensi seperti foto, melainkan juga dapat menyertakan liputan video dari sebuah kejadian di lapangan. Dengan model ini, tampaknya redaksi dapat menciptakan daya tarik yang unik bagi para pembacanya.
Konsep koran elektronik ini tidak banyak berbeda dengan koran tradisional, kecuali dalam hal media penyajiannya. Kalau koran tradisional menggunakan media kertas, sementara koran elektronik menggunakan layar monitor dan perangkat komputer.

Artikel Sederhana
Membuat file artikel yang akan diup-load ke Internet tidaklah sulit. Penulis dapat menggunakan software yang umum digunakan seperti MS. Word. Setelah penulis menuangkan pikiran dan gagasannya, maka file tersebut dapat disimpan dengan menggunakan ekstension HTML document.
Dan sebelum mengup-load artikel atau berita itu ke Internet, maka harus dilakukan beberapa persiapan. Apabila alamat Internet yang akan digunakan belum ada, maka harus dibuat terlebih dahulu.
Menurut Agung Waspo Widodo, untuk dapat memiliki sebuah alamat di Internet dapat dilakukan dengan cara gratis atau dengan cara bayar. Pada umumnya, dengan cara gratis agak mengalami sejumlah kendala, dikarenakan fasilitas yang tersedia sangatlah terbatas, sebagai contoh pada beberapa penyedia jasa layanan Web gratis tidak menyediakan fasilitas untuk up-load file.
Apabila dilakukan dengan cara membayar, maka hampir semua fasilitas dapat diperoleh. Untuk memiliki alamat di Internet dengan cara membayar, dapat dilakukan dengan mendaftarkan diri pada Internet Service Provider (ISP) terdekat. Besarnya biaya yang dikenakan sangat tergantung dari jumlah fasilitas yang akan digunakan dan sangat beragam.
Apabila alamat Internet telah diperoleh, maka mengup-load file artikel atau berita dapat dilakukan dengan beragam program seperti MS Front Page, WS_Ftp, CuteFtp dan lain-lain.

PENGAMANAN SISTEM INFORMASI DI PERUSAHAAN

Mengapa perlu?
Keamanan Sistem Informasi (SI) menjadi bagian yang sangat penting untuk menjamin keutuhan data dan informasi yang akan dihasilkan dari suatu proses pengolahan data. Telah banyak prosedur ditemukan dan dirumuskan yang intinya menjamin perlindungan data dan informasi, baik dari faktor kecerobohan maupun masalah teknis dan etika yang dapat merusak atau menghambat proses distribusinya. Prosedur itu diperlukan, karena untuk mengatasi hal itu tidak cukup hanya dari sisi teknis teknologi saja.
Menurut Hary Gunarto, Phd sedikitnya terdapat tiga macam pengendalian, yaitu: kontrol sistem, kontrol prosedural dan kontrol fasilitas. Ketiga prosedur pengendalian tersebut jika dirumuskan dan diimplementasikan dengan baik dipercaya dapat memberikan pengamanan yang optimal terhadap data dan informasi yang ada.

Kontrol Sistem
Kontrol ini merupakan usaha untuk menyakinkan bahwa keakuratan dan validitas dari kegiatan SI dapat dilaksanakan kapan saja dan dimanapun kegiatan itu dioperasikan. Pengendalian perlu diciptakan untuk dapat melakukan kegiatan pemasukan data, pemrosesan dan penyimpanan sebagaimana mestinya. Jadi pengendalian di sini direncanakan untuk memonitor dan menjaga kualitas dan keamanan dari peralatan input, pemroses, output dan aktifitas penyimpanan serta distribusi dari SI yang dimaksud.
Kualitas input akan sangat menentukan hasil akhir pemrosesan. Bahkan dikenal istilah garbage in, garbage out, yang berarti kesalahan pada saat pemasukan data akan menghasilkan informasi yang salah pula. Pengendalian input itu meliputi: penggunaan password yang akan membatasi pengakses sistem, pendeteksian terhadap jenis data yang dimasukkan misalnya numerik atau abjad, serta kontrol terhadap pemasukan kode yang dibantu dengan alat seperti barcode reader untuk memperkecil human error.
Setelah pemasukan data dilaksanakan dengan benar, komputer akan memproses data dengan prosedur atau rumus yang telah ditetapkan. Pengendalian proses diperlukan untuk memastikan apakah prosedur atau rumus perhitungan yang digunakan telah bebas dari kesalahan aritmatika dan logika.
Sementara itu, pengendalian output perlu dilakukan untuk menjamin bahwa informasi yang dihasilkan bebas dari kesalahan. Hal itu sangat penting artinya mengingat output dari sebuah SI akan digunakan untuk pengambilan keputusan.
Kendali SI berikutnya meliputi pengendalian terhadap penyimpanan yang memastikan bahwa masukan, prosedur dan hasil proses sudah terdokumentasikan pada media penyimpanan. Pengendalian disini termasuk memastikan bahwa media penyimpanan berada dalam kondisi yang baik, tidak terinfeksi virus dan terhindar dari gangguan secara fisik.

Kontrol Prosedural
Untuk menjaga agar layanan informasi cukup aman, maka selain kontrol Sistem, dibutuhkan kontrol prosedural yang mengatur tentang adminsitrasi kepegawaian secara efektif dan rapi, pelaksanaan kegiatan rutin dan adanya pembagian tugas diantara pengelola secara rapi dan disiplin.
Administrasi kepegawaian yang baik akan menjamin keamanan SI tanpa harus dipaksakan. Adminstrasi ini dapat dimulai dari adanya aturan tertulis bagi semua pemakai komputer tentang tata cara pengoperasian yang aman. Peraturan ini juga memuat larang untuk membawa makanan dan minuman di dekat komputer, karena dapat mengundang resiko.
Di samping itu, administrasi kepegawaian juga mengatur siapa saja yang memiliki hak akses untuk komputer-komputer tertentu dan di ruang tertentu. Staf yang masih masa percobaan atau belajar tidak diperkenankan untuk menyentuh komputer-komputer yang mengoperasikan aplikasi-aplikasi kritis. Dalam upaya menyusun kontrol prosedural ini juga harus dirumuskan, antara lain prosedur backup data, login dan logout, serta penggunaan peralatan yang ada.

Kontrol Fasilitas
Kontrol fasilitas merupakan usaha untuk melindungi fasilitas fisik sistem ini dari kerusakan dan pencurian. Pusat-pusat komputer dan layanan informasi sangat peka terhadap ancaman semacam ini, termasuk di dalamnya hal-hal yang disebabkan karena adanya kecelakaan, sabotase dan pemakaian oleh orang yang tidak berhak.
Beberapa upaya kontrol fasilitas yang dapat dilakukan antara lain meliputi melakukan kompresi agar dapat menjaga tingkat kepadatan lalu lintas data dalam jaringan, enkripsi dan dekripsi untuk menjaga keamanan data baik yang tersimpan dalam harddisk maupun yang melintas dalam jaringan.

Kompresi Data
Perusahaan-perusahaan yang mengoperasikan jaringan komputer seringkali mengharapkan agar dapat menekan biaya pengiriman data. Biaya itu sangat tergantung dengan ukuran berkas yang dikirimkan. Oleh karena itu, dengan melakukan kompresi terhadap berkas, akan dapat menghemat biaya pengiriman data. Pemampatan ukuran berkas melalui proses kompresi hanya diperlukan sewaktu berkas tersebut akan disimpan atau dikirim melalui media transmisi. Apabila berkas tersebut akan ditampilkan lagi pada layar monitor, maka data yang terkompresi tersebut harus dibongkar lagi dan dikembalikan pada format semula agar dapat dibaca kembali. Proses pembongkaran berkas yang dimampatkan ini disebut dekompresi. Beberapa teknik kompresi yang sering digunakan, yaitu Null Supression, Bit Mapping, Run Length, Half-byte Packing dan Diatomic Encoding

Keamanan Data
Untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan data dalam suatu jaringan, maka diperlukan suatu teknik untuk melindungi data. Kriptografi merupakan suatu bidang pengetahuan yang mengetengahkan penggunaan persamaan matematis untuk melakukan proses enkripsi maupun dekripsi data. Teknik ini digunakan untuk mengkonversi data dalam kode-kode tertentu (enkripsi) agar data yang ditransmisikan melalui Internet tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berhak. Bagi orang yang berhak akan memiliki kunci untuk mengkonversi kembali ke dalam bentuk yang dapat dibaca (dekripsi). Menurut Onno W. Purbo, kriptografi modern menyediakan beberapa fungsi keamanan seperti tanda tangan digital dan aturan dalam pembentukan kunci. Beberapa jenis standar enkripsi data secara konvensional yang secara umum telah digunakan antara lain: Caesar cipher, Letter map dan Transposition cipher
Masih banyak lagi teknik enkripsi yang lebih modern, yang memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi untuk dibongkar oleh orang yang tidak berhak, seperti metode RSA yang diciptakan oleh Ron Rivest, Adi Shamir dan Leonard Adleman; Elgamal yang diciptakan oleh Taher Elgamal dan Digital Signature Algoritm (DSA) yang diciptakan oleh David Kravitz.

Di samping itu, keamanan data pada saat pengiriman, juga ditentukan oleh pengirim itu sendiri. Seperti pada kasus KlikBCA, dimana sejumlah nasabah yang salah mengetikkan nama situs itu menjadi KliCBA atau KlickBCA atau kesalahan lainnya telah mengakibatkan ia melakukan transaksi pada situs yang salah.
Pada kasus KlikBCA itu, maka tanggung jawab keamanan data khususnya pada saat transaksi tidak hanya 100% menjadi tanggung jawab pengelola sistem, tetapi juga menjadi tanggung jawab pemakai sistem.

Open Directory Project at dmoz.org