Perkembangan yang cepat dalam inovasi teknologi informasi (TI) khususnya dalam bidang jaringan komputer telah mempengaruhi pola dan perilaku para pengguna teknologi tersebut.
Dalam dua tahun terakhir ini, hasil inovasi teknologi berupa jaringan wireless (tanpa kabel) makin diminati dan telah mulai diterapkan. Inovasi ini telah banyak memberi pengaruh terhadap pola dan perilaku para penggunanya.
Berbagai promosi baik dalam bentuk ceramah, maupun demonstrasi produk telah dilakukan dimana-mana sebagi upaya produsen untuk mensosialisasikan produk dan teknologi wireless kepada khalayak peminat dan pengguna teknologi ini.
Manfaat Wireless
Dibandingkan dengan jaringan berbasis kabel, jaringan wireless menawarkan sejumlah manfaat. Pertama, jaringan ini akan melepaskan keterikatan dan ketergantungan pada penggunaan kabel sebagai media penghubung antar terminal dan peripheral yang digunakan. Jaringan wireless menjadi solusi untuk memecahkan problem keterbatasan ruang gerak dan mobilitas dari jaringan berbasis kabel.
Kedua, jaringan wireless cocok untuk kegiatan non permanen, misalnya dalam pameran, demonstrasi produk atau untuk kegiatan perkantoran yang bersifat sementara seperti kepanitiaan dalam suatu pertandingan. Dimana instalasi jaringan wireless lebih mudah daripada sistem kabel. Tidak ada pengaturan bundel kabel yang kadang dapat mempengaruhi kenyamanan dalam bergerak dan pandangan.
Ketiga, jaringan wireless dapat diterapkan dengan mudah tanpa harus mencederai tembok atau bangunan. Apalagi bagi perusahaan yang menyewa tempat di gedung-gedung perkantoran, karena penerapan jaringan ini tergantung pada pengaturan frekuensi atau sinar.
Keempat, skalabilitas jaringan wireless juga cukup luas, karena memiliki jarak jangkau mencapai radius berdiameter 8 mil. Hal ini tentu saja sangat mendukung untuk pembangunan sistem jaringan kota bagi perusahaan yang memiliki beberapa kantor dalam satu kota.
Kelima, jaringan wireless juga merupakan solusi yang murah untuk biaya pemeliharaan dan cepat untuk akses Internet, dibandingkan dengan menyewa saluran leased line. Oleh karena itu, kini industri warnet telah bertumpu pada teknologi wireless ini untuk mengembangkan usahanya.
Keenam, teknologi jaringan wireless ini berkembang dengan pesat. Media yang dapat digunakan antara lain frekuensi radio dan satelit, infra merah dan laser. Para pengguna dapat memilih alternatif media tersebut sesuai dengan kondisi dan ruang lingkup jaringannya masing-masing.
Tantangan Wireless
Perkembangan teknologi jaringan wireless tersebut, meskipun berlangsung dengan cepat, bukan berarti tanpa tantangan. Beberapa tantangan, antara lain soal regulasi frekuensi, tingginya biaya pengadaan peralatan dan instalasi, serta sekuritasnya.
Sementara itu, SDM yang memiliki keterampilan teknis baik untuk melakukan instalasi maupun pemeliharaan masih sangat terbatas, sehingga banyak pengusaha yang masih wait and see untuk menggunakannya.
Spektrum Gelombang
Frekuensi yang secara umum digunakan dalam jaringan wireless ini ada 2 macam spektrum gelombangnya, yaitu Fequency Hopping Spread Spectrum (FHSS) dan Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS). Kedua spektrum itu merupakan teknologi yang populer digunakan.
Pada FHSS, frekuensi sinyal pembawa akan berpindah sesuai dengan pola acak tertentu. Umumnya metode ini menggunakan 4 buah frekuensi secara bersamaan untuk mengirimkan data sebelum berpindah ke frekuensi lain. Jadi, data akan terpecah pada frekuensi yang berbeda-beda. Metode ini akan meminimalkan ganggunan, karena setiap frekuensi hanya digunakan dalam waktu yang singkat.
Sementara itu, DSSS berbeda dengan FHSS, dimana metode yang digunakan adalah membagi data menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mengirimkannya dengan menggunakan frekuensi yang berbeda-beda pada sebanyak mungkin frekuensi yang tersedia tanpa batasan seperti pada FHSS. Namun, penggunaan frekuensi yang sedemikian banyaknya akan membuka peluang terjadinya interferensi.
Piranti Wireless
Gayung bersambut. Dimana industri TI segera merespon positif perkembangan sistem jaringan Wireless ini dengan memproduksi piranti-piranti yang mendukung sistem tersebut.
Industri TI tersebut telah mengembangkan beberapa standar piranti tanpa kabel, seperti Bluetooth, WiFi, DECF (DMAP) dan HomeRF, Infrared dan Frekuensi radio untuk mengembangkan peripheral dan peralatan-peralatan komputer serta jaringan lainnya.
Bluetooth biasanya digunakan untuk peralatan-peralatan printer, scanner dan handphone. Bluetooth ini bekerja pada frekuensi 2.4 GHz dengan radius kerja 10 meter. Kecepatan transfer sinyalnya mencapai 1 mega bit per detik. Sementara itu, WiFi digunakan untuk peralatan printer dan jaringan telepon digital dengan kecepatan pengiriman datanya mencapai 11 mega bit per detik pada frekuensi 2.4 GHz.
DECT (DMAP) banyak digunakan untuk telepon wireless dengan kecepatan pengiriman sinyal mencapai 1 mega bit per detik. Jarak jangkau standar ini hanya berkisar 50 meter di dalam gedung, tetapi di luar gedung dapat mencapai 300 meter. Standar ini tidak hanya digunakan untuk telepon wireless, tetapi juga dikembangkan juga untuk printer.
HomeRF merupakan standar piranti untuk jaringan wireless di rumah atau pribadi. Penggunaannya untuk mengembangkan peralatan jaringan, termasuk juga printer dan telepon dengan kecepatan transfer sinyal data mencapai 1.6 hingga 10 mega bit per detik. Standar ini menggunakan frekuensi 2.4 GHz dengan jarak jangkau mencapai radius 50 meter.
Pengembangan standar piranti berupa infrared dan frekuensi radio juga makin marak dewasa ini. Infrared digunakan pada peralatan handphone, remote control, notebook dan PDA. Koneksi dengan infrared memungkinkan kecepatan transfer mencapai 4 mega bit per detik. Namun, sayangnya jangkaunya sangat pendek hanya berkisar 1 meter saja. Selain itu, infrared sangat peka terhadap gangguan, seperti adanya penghalang antar dua peralatan yang akan berkoneksi dan sinar di sekitarnya yang sangat kuat dapat memudarkan sinyal infrared.
Penggunaan standar frekuensi radio dapat ditemukan pada peralatan-peralatan seperti keyboard, mouse dan peralatan penunjang lainnya, dimana peralatan itu tidak memerlukan kecepatan data dan kontrol kesalahan yang tinggi.
What Cause Blood Clots
7 years ago





Comments :
Post a Comment