SOFTWARE GAMBAR DORONG KREATIVITAS ANAK

Tidak jarang anak-anak usia sekolah mengeluh karena padatnya kegiatan sekolah. Belum lagi ekstrakurikuler dan les yang harus mereka ikuti. Semua kegiatan itu telah mengambil waktu-waktu efektifnya.
Anak-anak yang ketika akan sekolah memiliki sejumlah harapan dan antusias, kini mereka sampai merasa jenuh dan lelah. Tidak jarang pula mereka kehilangan gairah untuk belajar.
Banyak sekali materi pendidikan yang harus mereka terima. Belum lagi tugas-tugas yang menumpuk harus ditanggungnya. Semuanya itu telah membuat mereka sulit berkembang dengan wajar. Beberapa diantaranya hanya berpikir untuk sekedar mengerjakan agar tidak dihukum. Sebagian yang lain melibatkan orang tua untuk menyelesaikan tugas-tugas itu. Bahkan mungkin semuanya yang mengerjakan adalah orang tua anak, karena kasihan melihat bebannya. Sebagian lagi adalah mereka yang memang dapat bertumbuh dalam situasi seperti itu, sehingga antusias belajarnya masih tampak.

Cita-Cita Sumber Energi
Kalau mengingat ketika anak-anak itu masih berada di taman bermain, mereka bisa dengan bebas meneriakkan cita-cita mereka. “Saya mau jadi pilot”, “Saya mau jadi dokter”, “Saya mau jadi pelukis”, dan seterusnya.
Cita-cita itu telah menjadi daya dorong dan motivasi untuk bertumbuh dan berkembang dengan cepat. Tidak jarang dijumpai anak-anak yang menirukan tingkah laku orang yang memiliki profesi sesuai dengan cita-citanya itu. Mereka main dokter-dokteran, dan lain sebagainya. Orang-orang di sekitarnya heran dan kagum, bahkan menyebutnya sebagai anak yang cerdas.
Namun perjalanan waktu telah membawanya memasuki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dengan beban belajar yang sangat berat. Semuanya itu perlahan-lahan mulai menguburkan cita-cita yang telah menjadi daya dorong dalam dirinya.
Tidak lagi tampak kreasi dari anak-anak itu. Tidak lagi ada peran dokter, pilot, guru, pelukis yang mereka mainkan. Daya cipta mereka menurun seiring dengan berkurangnya daya kreasi.
Orang tua atau guru jarang menanyakan kembali kepada anak-anak itu apa yang menjadi cita-citanya, sehingga mereka mulai melupakannya.

Bermain Hilangkan Kejenuhan
Anak-anak selalu ingin menghapuskan kejenuhan dalam belajar melalui bermain. Tidak jarang mereka juga merengek untuk mendapatkan mainan kepada orang tuanya. Namun, banyak mainan kurang bermanfaat untuk melatih daya kreasinya dan daya ciptanya.
Pistol-pistolan, pedang-pedangan dan panah-panahan, tidak jarang justru membentuk anak-anak untuk memiliki sikap sadis dan bengis. Meski pada awalnya mereka memerankan tokoh-tokoh penolong, tetapi dari pengamatan, mereka menembak dan memotong “penjahat” yang sudah tidak berdaya lagi. Hal itu menunjukkan tumbuhnya sikap sadisme di dalam diri mereka.

Komputer Mainan Baru
Sementara itu, dewasa ini teknologi komputer terus berkembang. bentuknya menjadi semakin kecil dan harganya semakin bisa dijangkau oleh banyak keluarga. Kini sejumlah sekolah pun sudah mulai menyediakan komputer sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikulernya.
Menghadirkan komputer di rumah tidak perlu harus menyediakan dana yang sangat tinggi kalau mau membeli komputer bekas. Dengan cara itu, uang bisa dihemat, karena yang lebih penting adalah pemanfaatan komputer itu sendiri.
Meskipun komputer bekas, misalnya Pentium 60, 75, 90, 133 atau 233 dengan RAM antara 16-32 Mbyte sudah mampu untuk mengoperasikan sejumlah software yang mampu membangkitkan daya kreasi anak.
Sebut saja software-software yang dapat digunakan untuk menggambar seperti PAINT yang sudah menjadi satu kesatuan dengan sistem operasi Windows. Selain itu juga telah tersedia aplikasi seperti Corel Draw, Corel Photopaint dan Photoshop yang tidak hanya untuk menciptakan gambar tetapi juga digunakan untuk editing foto.
Untuk menentukan pilihan perangkat keras sebaiknya lebih ditekankan pada daya ekplorasinya dari pada kebaharuan prosesor atau perangkat komputernya. Hal ini sangat penting, agar upaya untuk menumbuhkan daya kreasi dan daya cipta tidak terhambat oleh ketersediaan dana.

Mengenal Software Gambar
Sejumlah software gambar seperti PAINT dan CorelDraw menyediakan banyak fasilitas untuk mencipta gambar secara kreatif. Kalau spesifikasi komputer yang dimiliki setara Pentium 60-133 dengan RAM 16-32 Mbyte dan Harddisk 1,2 – 4 GByte, maka dapat digunakan sistem operasi Windows 95 atau Windows 98. Sedangkan untuk aplikasi Corel Drawnya dapat digunakan versi 5 sampai 8. Namun kalau spesifikasi komputernya lebih tinggi, maka dapat digunakan Corel Draw versi 9 ke atas.
Fasilitas-fasilitas standar yang disediakan antara lain fasilitas untuk menggambar garis, kotak, lingkaran dan kurva. Di samping itu, fasilitas untuk menulis huruf dan juga ada pilihan warna dengan pola gradasinya.
Anak-anak dapat diajak untuk mengenal bentuk dan menggunakan fasilitas-fasilitas tersebut untuk menghasilkan suatu gambar kreatif. Anak-anak dapat diajak untuk belajar menggambarkan situasi lingkungan di sekitarnya, seperti gedung, jembatan dan lain sebagainya. Selain itu, sejumlah gambar jadi dapat diimport dan diubah sesuai dengan selera masing-masing.
Corel Draw juga menyediakan fasilitas-fasilitas pemberian efek-efek pada gambar seperti bayangan, tetes air, lensa kaca dan lain sebagainya. Disamping itu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan fasilitas untuk mengolah gambar-gambar seperti pencerminan, rotasi dan lain-lain.

Perlu Perhatian Serius
Dengan adanya teknologi komputer bersama software-software menggambar tersebut, maka anak-anak dapat memperoleh mainan yang positif. Asal jangan biarkan anak-anak hanya bermain software game saja, karena software game itu kurang dapat mendorong daya kreasi dan daya cipta.
Sudah saatnya, orang tua dan guru untuk belajar lagi, agar “melek” teknologi, sehingga dapat mengarahkan anak-anak sekalipun ketika mereka sedang bermain. Jangan tinggalkan anak-anak untuk bermain sendirian tanpa kontrol. Namun juga jangan sampai terjadi kontrol yang berlebihan, sehingga anak-anak menjadi takut untuk bermain.
Sangat tepat jika orang tua dan guru dapat mengubah atau mengarahkan tujuan anak-anak untuk bermain. Dari menghindari kejenuhan dan tugas yang bertumpuk menuju penciptaan daya kreasi dan daya cipta. Lebih baik lagi, jika para guru dapat menggunakan permainan-permainan untuk menyajikan materi pendidikan, sehingga anak-anak tidak terasa jenuh dalam belajar.
Misalnya untuk mengajarkan bentuk-bentuk geometri, anak-anak diminta melukiskannya dengan Corel Draw atau PAINT. Kemudian mereka bisa memberi warna sesuai dengan seleranya masing-masing.
Komputer memiliki banyak potensi untuk permainan yang positif. Ajarilah anak-anak untuk kreatif dalam memanfaatkan software-software yang telah tersedia di pasaran. Dengan menggunakan komputer, daya kreatifitas anak dapat mengalir tanpa banyak membutuhkan gerabah atau bahan-bahan yang dapat mengotori rumah. Namun demikian, kegiatan berkreasi dengan komputer tetap membutuhkan biaya listrik dan dana investasi atau biaya sewa komputer bagi yang tidak mampu membeli komputer sendiri.
Yang terpenting, anak-anak harus terus didorong untuk menemukan daya kreasi dan daya ciptanya. Berilah mereka kebebasan untuk menggali ide dan gagasannya.
Meminjam semboyan iklan TV produk Rinso “tidak ada noda ya tidak belajar”.

Comments :

0 comments to “SOFTWARE GAMBAR DORONG KREATIVITAS ANAK”

Post a Comment

Open Directory Project at dmoz.org