Internet boleh dikatakan telah menjadi magnet yang paling besar di planet bumi ini. Hal ini dibuktikan dengan “tersedot”nya puluhan bahkan ratusan juta orang ke dalam dunia maya yang sering disebut dengan istilah Cyberworld.
Dunia internet ini juga sangat menggiurkan bagi. anak-anak muda Hal ini ditunjukkan oleh hasil-hasil survey bahwa pengakses internet terbanyak adalah orang-orang berusia 12-33 tahun.
Apalagi anak-anak muda tampak menemukan dunia impiannya dalam situs-situs Friendster,MySpace atau Facebook yang menawarkan relasi hubungan pertemanan tanpa batas. Dalam situs-situs tersebut, anak-anak muda mendapatkan tempat untuk mengaktualisasikan dirinya, mencurahkan perasaan dan gejolak jiwa serta pencarian jati dirnya.
Teman Online
Anak-anak muda yang senang bergaul tentu tidak akan melewatkan forum-forum maya tersebut untuk memperoleh teman online. Dimana teman-teman tersebut dapat menjadi pasangan bicara dan curhat yang akrab bersahabat setiap saat. Mereka dapat berteman lewat fasilitas email, messenger dan chatting bahkan teleconference tanpa harus melangkah keluar rumah dengan udara yang panas menyengat.
Teman-teman online tersebut sangat responsif, sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan jawaban mereka dalam suatu sesi pembicaraan. Pertemanan itu sangat menghebohkan karena dalam suatu sesi perbincangan dapat terhubung puluhan orang dengan topik-topik pembicaraan yang mengasyikkan.
Anak-anak muda yang sering menulis kini mempunyai aktivitas menulis baru dalam forum online interaktif. Bahkan kini juga sedang terjadi trend untuk menulis buku harian secara online di internet.
Lewat buku harian tersebut, anak-anak muda khususnya remaja putri dapat curhat secara lepas dan bebas. Bahkan buku harian online itu juga dapat menjadi tempat untuk mengungkapkan perasaannya yang terdalam yang aman dari jangkauan orang tua, adik, atau kakaknya karena tersimpan rapi di internet.
Walaupun tanpa disadari perbincangannya di internet tersebut menyita banyak waktu, tetapi rasa puas karena didengar, diperhatikan dan ditanggapi seakan dapat menggantikannya.
Komunitas maya di internet seakan juga menjadi obat pelipur lara bagi anak-anak muda yang jarang mendapatkan perhatian karena kedua orang tua yang sibuk bekerja. Dalam komunitas itu anak-anak muda dapat saling berbagi data diri, foto, wawasan dan pengalaman apa saja.
Budaya Mengancam
Baru-baru ini PC Magazine edisi Agustus 2006 secara mengejutkan menyajikan artikel tentang bahaya yang mengancam dalam dunia maya anak-anak muda.
“Predator Online” demikian sebutan para pelaku kejahatan online terhadap anak muda . Predator online akan memperhatikan potongan-potongan informasi anak-anak muda tentang dirinya, curahan isi hatinya dan kepribadiannya.
Selanjutnya, predator online itu akan datang sebagai sahabat dan pahlawan untuk menolong dan memperhatikan anak-anak muda yang kesepian dan ditolak aktualisasi diri oleh lingkungannya.
Predator online akan mulai memuji, memberi perhatian dan bersimpati untuk merangkul kepercayaan dari para anak muda. Selanjutnya mereka beraksi lebih dalam bila telah berhasil mengambil hati anak-anak muda tersebut. Para predator online akan mulai melakukan tarik ulur perbincangan seksual, hingga akhirnya anak-anak muda akan terbiasa memperbincangkan kehidupan seks pribadinya dengan mereka. Tidak jarang, para predator juga mengirimkan konten-konten porno pada anak-anak dengan mengatakan kalau kegiatan tersebut sudah biasa dan semua orang melakukannya.
Kemudian para predator itu mengajak korban yang seorang remaja putri untuk bertemu dalam “kopi darat”, istilah yang mereka gunakan untuk mempraktekkan cerita-cerita seksual online sebelumnya. Selain itu, tidak menutup kemungkinan untuk ditawarkannya narkoba kepada anak-anak muda tersebut.
What Cause Blood Clots
7 years ago





Comments :
Post a Comment