ARUS DERAS DIGITALITASI SISTEM INFORMASI PERUSAHAAN

Tampaknya transformasi menuju perusahaan digital terus mengalir dengan derasnya. Apalagi perguruan tinggi dalam bidang komputer telah ambil bagian sebagai pendorong yang sangat kuat.
Melalui program kerja praktek atau praktek lapangan dari berbagai program studi komputer seperti Teknik Informatika, Sistem Informasi, Ilmu Komputer, Teknik Komputer dan Manajemen Informatika telah berhasil disosialisasikan pentingnya teknologi komputer dan pembangunan sistem informasi perusahaan berbasis komputer. Bahkan kini, sosialisasi telah merambah soal Internet.
Dalam masa kerja praktek tersebut, para mahasiswa telah belajar menelaah kondisi sistem informasi perusahaan yang ada. Kemudian, dari permasalahan-permasalahan yang ada, mereka akan mencoba untuk memetakannya dan selanjutnya disusun suatu solusi dalam bentuk perangkat lunak.
Kegiatan tersebut memang sangat berperan dalam memperkenalkan secara lebih dekat tentang pentingnya teknologi dan pemanfaatannya secara nyata dalam lingkungan perusahaan. Para staf perusahaan meskipun kurang familiar dengan kegiatan kerja praktek para mahasiswa itu, namun mereka juga merasakan manfaatnya. Paling tidak mereka mengetahui tentang perkembangan teknologi. Adapula yang memanfaatkan kehadiran para mahasiswa untuk berkonsultasi tentang kesulitan-kesulitan teknis yang dihadapinya ketika mereka belajar menggunakan komputer untuk keperluan adminstrasi.
Pada umumnya, perusahaan merasa terbantu dengan program kerja praktek tersebut. Oleh karena itu, tidak sedikit perusahaan yang justru terbuka untuk kegiatan kerja praktek tersebut. Perusahaan yang memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk terjun langsung di lapangan juga mendapatkan manfaat. Dimana mereka dapat memperoleh sebuah perangkat lunak sistem informasi berbasis komputer karya mahasiswa. Bahkan secara tidak langsung, perusahaan juga melakukan tes terhadap calon tenaga kerja ahli. Kalau perusahaan membutuhkan tenaga kerja ahli pembangunan perangkat lunak, maka dapat memilih beberapa diantara mereka yang melakukan kerja praktek di sana.

Tidak Standar
Memang tampak bahwa kerjasama antara perguruan tinggi dengan perusahaan adalah saling menguntungkan. Dimana perguruan tinggi mendapat kesempatan untuk melangsungkan program kerja praktek, sementara perusahaan dapat memperoleh sebagian solusi dari problematika transformasi menuju perusahaan digital.
Namun, kedatangan para mahasiswa kerja praktek ke suatu perusahaan kurang terencana, sehingga proses digitalisasi dalam perusahaan tidak berlangsung secara berkesinambungan. Boleh dibilang tampak patah-patah, karena tidak mungkin seorang mahasiswa mampu untuk mengkomputerisasi seluruh sistem informasi perusahaan. Bisa jadi, para mahasiswa hanya berhasil mendigitalkan sebagian sistem di salah satu departemen perusahaan saja. Tetapi usaha itu tidak berkelanjutan, karena kerjasama perusahaan dengan perguruan tinggi hanya dibangun di atas kesepakatan mahasiswa dengan perusahaan.
Selain itu, pembuatan perangkat lunak yang dilakukan mahasiswa masih belum mengacu pada suatu standar, baik dalam hal perencanaan, penyusunan prosedur pemecahan masalah, penyusunan program maupun dalam hal dokumentasinya. Dengan demikian, usaha digitalisasi yang telah dimulai tidak dapat dilanjutkan oleh perusahaan, karena perangkat lunak yang dibangun tidak mengacu pada suatu perencanaan yang terintegrasi.
Tentu saja, usaha digitalisasi tersebut akan segera terhenti dengan berakhirnya masa kerja praktek mahasiswa tersebut. Perusahaan yang sudah mendapatkan inspirasi tidak dapat melanjutkan, karena pada umumnya perusahaan tidak ikut merencanakan dan merancang sistem yang dibuat tersebut.

Penerapan Standar
Proses pembelajaran yang sangat baik melalui program kerja praktek itu tentu akan lebih dirasakan kontribusinya, jika mahasiswa mendapatkan bekal tentang standar-standar dalam menyusun proyek sistem informasi.
Dengan demikian, para mahasiswa dapat memperkenalkan kepada perusahaan secara langsung tentang proses standar dari pengembangan perangkat lunak yang terintegrasi dan terpadu. Selain itu, perusahaan bersama mahasiswa dapat mengawali proses digitalisasi perusahaan tersebut melalui pembangunan rencana induk yang akan direalisasikan secara bertahap dan berkesinambungan.
Penerapan suatu standar pengembangan perangkat lunak membuka peluang terjadinya komunikasi antar pemrogram melalui dokumentasi yang dibuat, sehingga para mahasiswa atau pemrogram selanjutnya dapat meneruskan usaha digitalisasi tersebut. Selain itu, melalui penerapan standar tersebut, maka kualitas perangkat lunak, khususnya sistem informasi yang dibangun dapat diukur dan diaudit.
Salah satu standar untuk pengembangan perangkat lunak yang telah diakui secara Internasional adalah Capability Maturity Model (CMM) yang dikembangkan oleh Carnegie-Mellon University. Penerapan CMM ini diharapkan dapat membantu para pemrogram untuk membuat sistem informasi perusahaan yang terpadu dan matang.
Oleh karena itu, diharapkan program studi di bidang komputer segera mengkaji tentang standar-standar pengembangan sistem dan memasukkannya dalam kurikulum pengajaran. Sementara itu, bagi para mahasiswa bidang komputer tingkat akhir diharapkan mau terus belajar dan mengambil kesempatan untuk mempelajari standar-standar tersebut agar dapat bersaing dalam pasar tenaga kerja ahli perangkat lunak.

Comments :

0 comments to “ARUS DERAS DIGITALITASI SISTEM INFORMASI PERUSAHAAN”

Post a Comment

Open Directory Project at dmoz.org