Berinvestasi TI
Tidak jarang, orang atau perusahaan membeli peralatan TI dengan mengunjungi pameran terlebih dahulu. Pada umumnya orang atau perusahaan berpikir, bahwa di dalam arena pameran akan ada produk dengan harga yang murah dan masih disertai dengan bonus-bonus yang menambah keuntungan.
Sementara itu, di arena pameran mereka mengalami emosi dalam melakukan transaksi, karena banyak tawaran yang menggiurkan. Hal itu membuat mereka tidak dapat berpikir secara rasional terhadap kebutuhan yang sebenarnya. Tidak sedikit rencana induk pengembangan perangkat TI yang dicampakkan, karena di arena pameran tersedia tawaran-tawaran baru.
Penawaran perangkat-perangkat multifungsi hasil inovasi telah mengubah rencana pembelian. Dimana semula seseorang hanya akan membeli perangkat scanner dengan harga berkisar Rp. 450.000, menjadi perangkat multifungsi yang terdiri dari scanner, printer dan facimili dengan harga berkisar Rp. 1.600.000,-.
Seharusnya, kegiatan berinvestasi harus direncanakan dan dipikirkan secara masak, agar investasi yang dilakukan tidak menjadi beban di masa mendatang. Sudah sewajarnya pembelian perangkat TI secara pribadi juga diperhitungkan seperti layaknya perusahaan yang berinvestasi, agar ia juga terdorong untuk memanfaatkan perangkat tersebut secara produktif.
Langkah berinvestasi
Untuk menentukan jenis perangkat apa yang akan dibeli, seharusnya seseorang atau perusahaan melihat kembali apa yang menjadi kebutuhan. Untuk membeli perangkat teknologi jangan hanya digerakkan oleh emosional diskon semata atau emosional untuk membeli hasil inovasi terbaru, karena hal itu berarti melakukan pemborosan.
Seorang mahasiswa yang membeli komputer laptop dengan spesifikasi Duo Processor, RAM 1 GB dan Harddisk 120 GB hanya untuk mengoperasikan pengolah kata guna menyusun laporan. Tentu saja investasi yang dilakukannya sangat berlebihan. Namun perkantoran yang bergerak dalam bidang desain grafis jangan membeli komputer laptop dengan spesifikasi di bawah kebutuhan, yaitu laptop yang hanya memiliki spesifikasi teknis prosesor Pentium 4 dengan RAM 128 MB dan Harddisk 40 GB untuk keperluan membuat desain.
Setelah memperhatikan kebutuhan, seseorang atau perusahaan perlu mempertimbangkan proses dari pekerjaan atau produksi yang akan ditopang oleh peralatan tersebut, sehingga perangkat yang dibeli tidak berlebihan, tetapi juga tidak terlalu di bawah standar minimal.
Selain itu, prosedur pemeliharaan yang tepat juga perlu diketahui oleh seseorang atau perusahaan yang akan melakukan pembelian perangkat, sehingga perangkat dapat beroperasi dengan kinerja yang optimal jika perawatan dilakukan dengan tepat.
Tingkatkan kinerja
Di tengah inovasi TI yang sangat cepat dewasa ini, maka seseorang atau perusahaan dituntut untuk memikirkan, membuat konsep dan menerapkan kinerja yang optimal, sehingga perangkat yang dibeli tersebut dapat berperan optimal juga. Misalnya, pembelian laptop tidak hanya untuk menjawab kebutuhan alat bantu pengolah kata guna penyelesaian laporan-laporan, tetapi dapat digunakan untuk membuat buku-buku, dan kepentingan lainnya yang masih dapat ditangani oleh komputer dengan spesifikasi tersebut.
Jadi sudah sewajarnya jika peningkatan investasi TI juga menuntut peningkatan kinerja, sehingga perangkat yang dibeli dapat berfungsi secara optimal. Jika kecepatan inovasi TI yang dipacu terus akhir-akhir ini, tidak dapat diimbangi dengan eksplorasi fungsi dan kinerja perangkat tersebut, maka akan terjadi pemborosan.
What Cause Blood Clots
7 years ago





Comments :
Post a Comment