Perangkat lunak perkantoran khususnya pengolah kata sudah tidak asing lagi. Dari siswa sekolah dasar (SD) hingga para staf di perkantoran sudah pernah bahkan menggunakannya dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.
Pada umumnya, perangkat lunak pengolah kata dikenal sebagai alat bantu untuk membuat surat, laporan atau dokumen lainnya dalam perkantoran. Para sekretaris dan staf administrasi lebih akrab dengan perangkat lunak ini, karena sehari-hari mereka harus menyelesaikan surat-surat kepada para relasi dan pelanggan, menyusun laporan kepada pimpinan atau membuat dokumentasi dari hasil rapat-rapat.
Adapun perangkat lunak pengolah kata yang kini sangat familiar digunakan adalah Microsoft Word. Semenetara itu, bagi perkantoran yang mulai beralih dari sistem operasi Windows menuju ke Linux telah mensosialisasikan penggunaan perangkat lunak pengolah kata dalam rumpun Open Office, Star Office atau K-Office dan lain sebagainya.
Meskipun sehari-hari para staf di kantor telah menggunakan perangkat lunak pengolah kata, tetapi masih sedikit yang mendayagunakannya untuk melahirkan beragam karya inovatif, sehingga perangkat lunak itu seakan-akan tidak memberikan kontribusi selain untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.
Eksplorasi fasilitas
Apabila para staf melakukan eksplorasi terhadap pengolah kata Microsoft Word, maka para staf dapat menemukan banyak fasilitas yang terkandung di dalamnya yang dapat digunakan untuk menghasilkan karya-karya kreatif dan inovatif.
Fasilitas untuk menyisipkan gambar (Insert Picture) dapat digunakan untuk menghasilkan pamflet atau poster yang menarik. Para staf dapat mendesain informasi yang diejawantahkan dengan gambar atau karikatur yang mendukung.
Fasilitas pengaturan kolom (Format Column) dapat digunakan secara kreatif untuk menghasilkan artikel untuk buletin, tabloid atau koran mini kantor, sehingga komunikasi antar staf dapat menjadi lebih hangat dan terjadi komunikasi dari pimpinan kepada staf dan sebaliknya. Di samping itu, pengaturan kolom ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat buku profil kantor atau brosur-brosur untuk menyajikan kepada konsumen tentang penjelasan produk-produk perusahaan secara lebih rinci.
Para staf juga dapat menyajikan data-data statistik dalam bentuk tabel untuk melengkapi dokumentasi-dokumentasi atau laporan-laporan yang menggambarkan kondisi riil perusahaan.
Perangkat lunak pengolah kata Microsoft Office khususnya memiliki fasilitas untuk mengubah dokumen teks ke dalam format HTML, sehingga teks yang disusun dapat langsung di-up-load ke lingkungan internet.
Penciptaan karya
Perangkat lunak pengolah kata memang kaya akan fasilitas, sehingga dapat digunakan untuk mengembangkan karya dan melakukan inovasi dalam menyusun dokumen-dokumen. Di samping itu, para staf memiliki banyak kesempatan untuk menghasilkan karya-karyanya dengan beragam fasilitas yang ada.
Para staf yang ingin menambah penghasilannya dapat memanfaatkan perangkat lunak pengolah kata tersebut. Jika secara teknis, perangkat pengolah kata memiliki beragam fasilitas, maka persoalannya apakah para staf mau secara kreatif menuangkan karya-karya terbaiknya.
Para staf dapat membuat buku atau artikel koran yang menceritakan bagaimana para staf dapat menduduki pekerjaannya sekarang. Pengalaman dan tips untuk meniti tangga karir dan bertahan di tengah tantangan dan rintangan dalam pekerjaan. Para staf dapat membantu pembuatan pamflet atau mengisi secara rutin artikel-artikel di web perusahaan.
Singkat kata, daya cipta karya perlu ditumbuhkan dalam diri para staf, sehingga para staf dapat lahir baru sebagai seorang technopreneur yang dapat memanfaatkan seoptimal mungkin suatu teknologi untuk memperkembangkan dirinya dan memajukan perusahaan. Jika para staf yang piawai dalam mengoperasikan teknologi memiliki daya cipta karya, maka perusahaan juga akan mengalami peningkatan yang sangat berarti.
Pola pelatihan
Di jaman yang sangat kompetitif dewasa ini, kehadiran para staf yang berjiwa technopreneur sangat dibutuhkan oleh perusahaan, sehingga perusahaan dapat mengalami penyegaran dan pembaruan. Oleh karena itu, pelatihan atau lokakarya staf tidak cukup hanya ditujukan untuk memberi bekal keterampilan untuk mengoperasikan suatu teknologi, melainkan juga jiwa entrepreneur untuk mendayagunakan teknologi tersebut agar dapat lebih bermanfaat.
Tentu saja, harapan itu dapat dipenuhi jika pola pelatihan atau lokakarya diubah dan diarahkan tidak hanya untuk membekali keterampilan tetapi juga untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur dari para staf.
Hal itu dapat dilakukan dengan memancing para staf dengan penciptaan tantangan-tantangan yang kreatif, sehingga para staf terdorong untuk memberikan solusi-solusi yang kreatif. Di samping itu, para staf juga perlu diberi kebebasan dan penghargaan untuk mencipta, sehingga mereka termotivasi untuk berkarya.
What Cause Blood Clots
7 years ago





Comments :
Post a Comment