Kemajuan TI
Kalau mengamati pameran-pameran Teknologi Informasi (TI) akhir-akhir ini, tampak bahwa perkembangan inovasi teknologi ini sangat pesat sekali. Tentu saja dapat dikagumi hadirnya teknologi-teknologi baru seperti motherboard Fujitsu yang memiliki fasilitas kontrol jarak jauh, baik kontrol keamanan maupun kerusakan.
Belum lagi diamati dari segi prosesor (CPU) yang merupakan otaknya komputer. Terus berkembang baik dari segi versi maupun kecepatannya. Perkembangan dari Pentium II ke Pentium IV, seakan tidak ada jeda waktu, bagi pemasar untuk memasarkan produknya sudah berganti versi.
Yang terakhir perkembangan Pentium IV sendiri, dari kecepatan sekitar 700 MHz telah melaju ke inovasi Pentium IV dengan kecepatan 2,2 GHz. Bahkan diperkirakan di masa-masa mendatang, Intel akan terus menggulirkan inovasi yang lebih tinggi lagi.
Sementara itu, teknologi printer tersaji dengan tingkat kerapatan pixel yang sangat tinggi, sehingga dapat dihasilkan suatu gambar yang berkualitas seindah foto. Bahkan printer sejenis BJC dapat menghasilkan gambar lembaran mata uang dengan precisi tinggi.
Selain itu, teknologi kamera digital telah mengalami inovasi yang membuat teknologi ini makin disukai oleh banyak orang. Bukan hanya fasilitas seperti memori yang ditambah, tetapi juga kualitas hasilnya. Dan yang lebih memikat lagi, harganya juga anjlok di bawah kamera biasa yang menggunakan fasilitas zooming.
Keterkaitan teknologi komputer dengan ponselpun juga semakin sempurna. Sejumlah produsen ponsel menawarkan fitur-fitur yang semakin lengkap pada produk-produk mereka. Mulai dari penambahan memori untuk menyimpan alamat telepon, hingga fasilitas untuk berinternet juga mulai disediakan.
Perkembangan yang bersifat revolusioner tampaknya juga tersaji melalui terciptanya sistem Multimedia Message Service (MMS) yang lebih menarik ketimbang Short Message Service (SMS). Ponselpun semakin diminati oleh para penggunanya, tidak saja sebagai alat komunikasi dengan mobilitas tinggi, tetapi juga praktis, murah dan apik.
Profil Pemakai
Orang muda tampaknya paling siap dalam merespon perkembangan yang begitu mengagumkan itu. Jumlah mereka tercatat mencapai 77.2% berstatus pelajar dan mahasiswa dari jumlah yang diperkirakan mencapai 20 juta orang yang akses TI di Indonesia.
Kecepatan orang muda dalam mengakses TI mungkin disebabkan oleh dinamika mereka. Di samping itu, pada usia muda kecepatan untuk beradaptasi lebih mudah. Dan semangat berpetualang mereka juga masih membara, sehingga ada dorongan yang besar untuk mencoba, berkreasi dan kritis terhadap perkembangan terbaru.
Orang muda pengakses TI itu biasanya tergolong terpelajar dan relatif mampu secara ekonomis. Dari jumlah mereka tersebut, 70-80 % adalah laki-laki. Karakteristik dari perilaku umum yang mereka miliki antara lain sensitif terhadap trend teknologi, analitis dan efektif, sensitif terhadap harga dan kualitas produk dan kritis.
Gaul Lebih Mudah
Ponsel dan komputer merupakan dua teknologi yang dekat dengan kehidupan orang muda saat ini. Selain sebagai media komunikasi dan alat bantu dalam belajar dan bekerja, kedua alat itu menjadi media gaul orang muda di jaman ini.
SMS dan e-mail atau chatting merupakan fasilitas yang paling sering diakses dan digunakan. Mereka menggunakannya lebih banyak untuk gaul. Menanyakan kabar atau kondisi masing-masing. Saling mengingatkan jadwal kuliah atau undangan acara-acara mereka.
Kadang-kadang, aplikasi itu digunakan untuk membuat janji atau saling memberikan ucapan selamat atas keberhasilan studi, mendapatkan proyek atau ulang tahun.
Situasi sekarang ini, jarang mereka mengalami kesepian, karena melalui kedua alat itu, seakan-akan mereka tidak pernah berpisah dengan koleganya. Melalui SMS dan e-Mail, komunikasi dapat dilakukan setiap saat. Bahkan kalau rekan yang mereka tuju sedang tidak mengakses aplikasi itu, mereka dapat meninggalkan pesan atau surat elektronik yang dapat diakses kemudian.
Pokoknya gaul menjadi lebih hangat. Setiap saat mereka dapat saling berkomunikasi atau sekedar usil mengirimkan pesan-pesan yang menggoda dapat dilakukan. Bahkan dibandingkan dengan telepon atau surat pembaca, respon dari SMS dan e-Mail justru jauh lebih tinggi. Bahkan kadang-kadang kurang dari 10 detik pengirim pesan sudah mendapatkan balasan.
Dari Gaul Ke Bisnis
Tampaknya segmen orang muda berteknologi tersebut dapat dibaca oleh sejumlah perusahaan. Sebut saja BCA yang bergerak dalam dunia perbankan yang dengan cepat menggulirkan layanan Internet Banking dan terakhir mobile Banking. Dimana sejumlah layanan perbankan dapat diakses melalui internet dan ponsel.
Segmen orang muda pun mulai bergeliat untuk berinovasi memanfaatkan teknologi yang sudah dekat dengan dirinya untuk bisnis. Kini orang muda mulai membiasakan diri untuk mencari pekerjaan melalui situs-situs di Internet, mengirimkan surat lamaran melalui e-Mail dan membangun Web baik pribadi maupun untuk bisnis kecil-kecilan.
Mereka memulai bisnis kaset, CD, komputer, pembuatan program, bahkan hingga penawaran produk-produk kain batik dan makanan khas daerah.
Adapun alasan utama mereka menggunakan teknologi itu, karena pasarnya sudah ada, yaitu orang muda sebaya mereka yang juga sudah akrab dengan teknologi itu. Dari pada hanya sekedar say hello, mendingan teknologi itu juga digunakan untuk keperluan bisnis. Selain itu, dengan media ini, biaya komunikasinya relatif murah dan tidak rumit untuk dioperasikan sendiri.
Lahirnya Pebisnis Muda
Dengan demikian secara tidak langsung penggunaan TI menjadi ladang persemaian bagi lahirnya para pebisnis muda, yang pada mulanya hanya terdorong oleh gaya hidup gaul. Kini mereka mulai berpikir dan menggunakan TI untuk bisnis. Paling tidak untuk menutup biaya operasional gaulnya.
Bisnis berbasis teknologi ini tidak mudah, karena polanya berbeda dengan sistem bisnis tradisional. Kepercayaan menjadi dasar terjadinya transaksi. Di sini tampak, bahwa orang muda yang ingin berhasil membina bisnis berbasis TI harus memiliki komitmen yang kuat untuk memelihara kepercayaan yang telah diberikan oleh orang kepadanya. Tanpa kepercayaan, bisnis berbasis teknologi tidak dapat berlangsung.
Di samping itu, orang muda juga dituntut untuk memiliki kreativitas yang tinggi, karena halaman Web mereka harus diperbaharui terus menerus. Selain berita, juga penyajian gambar-gambarnya. Karena fungsi Web tidak hanya seperti papan reklame yang memberi informasi kepada pembacanya, tetapi juga sebagai ruang pamer dan bahkan tempat transaksi.
Meski gerak langkah orang muda perlu dikontrol dan dikoreksi, namun keberhasilan mereka dalam penguasaan teknologi ini juga perlu mendapat apresiasi dan dukungan. Agar mereka semakin bersemangat dan dapat menjadi jembatan bagi bangsa dan negara memasuki era informasi.
What Cause Blood Clots
7 years ago





Comments :
Post a Comment